Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Kumpulkan Miliaran Dollar dari Tarif Resiprokal yang Mulai Berlaku

📅 Jumat, 08 Agu 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
AS Kumpulkan Miliaran Dollar dari Tarif Resiprokal yang Mulai Berlaku Doc: Brendan SMIALOWSKI/AFP
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Rabu (6/8) tengah malam waktu setempat mengumumkan bahwa tarif resiprokal terhadap lebih dari 90 negara telah berlaku dengan mengatakan bahwa miliaran dollar dalam bentuk bea masuk akan dikumpulkan.

“Tarif resiprokal berlaku tengah malam ini! Miliaran dollar, sebagian besar dari negara-negara yang mengambil keuntungan dari Amerika Serikat selama bertahun-tahun sambil tertawa puas, akan mulai mengalir ke Amerika Serikat,” tulis Trump di media sosial.

“Satu-satunya hal yang bisa menghentikan kejayaan Amerika adalah pengadilan radikal kiri yang ingin melihat negara kita gagal,” kata Trump menambahkan.

Adapun pengadilan radikal yang dimaksud Presiden Trump tersebut kemungkinan merujuk pada kasus-kasus pengadilan yang sedang berlangsung, di mana wewenangnya untuk memberlakukan tarif-tarif tersebut sedang diperdebatkan.

Perusahaan-perusahaan dan negara bagian telah mengajukan gugatan terhadap kebijakan tarif Trump, dengan tuduhan bahwa kebijakan tersebut menyebabkan kerugian ekonomi.

Kasus-kasus tersebut hampir pasti akan dibawa hingga ke Mahkamah Agung setelah para penggugat memperoleh kemenangan di serangkaian putusan pengadilan, yang kemudian mendorong pemerintahan Trump untuk mengajukan banding.

Pemberlakuan tarif ini juga memicu kekhawatiran yang akan menyebabkan kenaikan harga bagi konsumen, pada saat Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, bersikap hati-hati dalam memangkas suku bunga lebih lanjut di tengah ketidakpastian ekonomi yang tajam.

Tarif untuk produk-produk asing yang diimpor ke AS sebesar 15-50 persen, sebagaimana yang diumumkan Presiden Donald Trump, resmi berlaku pada Kamis.

Pekan lalu, Trump meneken perintah eksekutif untuk memberlakukan tarif "resiprokal" terhadap 67 negara meski langkah tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan inflasi dan menekan pertumbuhan lapangan kerja.

Di antara negara dengan nilai tarif impor tertinggi adalah India dan Brasil (50 persen), kemudian Laos dan Myanmar (40 persen), Swiss (39 persen), serta Irak dan Serbia (35 persen).

India awalnya hanya dikenakan tarif sebesar 25 persen. Namun, Trump pada Rabu mengumumkan tarif tambahan sebesar 25 persen sebagai hukuman kepada New Delhi yang masih terus membeli minyak dari Russia.

Tidak Diistimewakan

Sejumlah 21 negara lainnya juga menghadapi nilai tarif melampaui 15 persen, antara lain Vietnam dan Taiwan (20 persen) serta Pakistan dan Thailand (19 persen).

Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan tidak akan ada perlakukan istimewa terhadap produk Jepang, berbeda dengan yang diyakini Tokyo sebelumnya saat kesepakatan dagang terbaru diteken, demikian menurut Kyodo News.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Truk Trailer Alami Kecelaka...
Megapolitan
Para Kader Posyandu Tangera...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 8
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.