Ekonomi Jatim Tumbuh 3,09 Persen q-to-q, Tertinggi se-Jawa
📅 Rabu, 06 Agu 2025, 16:23 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim
Surabaya -- Ekonomi Jawa Timur tumbuh 3,09 persen secara quarter-to-quarter (q-to-q) dan menjadi yang tertinggi se-Jawa, melampaui Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta, menurut rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Agustus 2025.
"Alhamdulillah di kuartal kedua ini pertumbuhan ekonomi Jatim tertinggi se-Jawa, dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional, kita perlu syukuri capaian ini," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,23 persen year-on-year (y-o-y) dan 5,12 persen cumulative to cumulative (c-to-c) pada triwulan II tahun 2025.
Capaian ini lebih tinggi dibanding ekonomi nasional yang tumbuh 5,12 persen (y-o-y) dan 4,99 persen (c-to-c).
"Pada triwulan dua tahun 2025 ini, sesuai rilis BPS, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur kembali menunjukkan tren positif, tumbuh impresif sebesar 5,12 persen (c-to-c) dan 5,23 year-on-year (y-o-y)," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Khofifah, pertumbuhan ekonomi tersebut mencerminkan keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengakselerasi kegiatan ekonomi masyarakat secara konsisten.
Struktur utama ekonomi Jawa Timur ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu industri sebesar 31,25 persen, perdagangan 18,44 persen, dan pertanian 10,87 persen.
Jawa Timur juga menjadi penyumbang terbesar kedua bagi perekonomian Pulau Jawa (25,36 persen) dan nasional (14,44 persen).
Sebaiknya Anda baca juga:
"Industri, perdagangan dan pertanian menjadi penopang perekonomian Jawa Timur," ucapnya.
Secara q-to-q, sektor pertanian mengalami pertumbuhan tertinggi pada triwulan II 2025 dengan capaian 16,53 persen. Hal ini ditopang oleh masa panen tebu serta puncak musim tangkap ikan laut.
"Capaian pertumbuhan sektor pertanian ini memperkuat posisi strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional sekaligus menumbuhkan optimisme kontribusi Jawa Timur dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional," ucapnya.
Khofifah menyebut upaya Pemprov Jatim mendorong sektor pertanian dilakukan melalui pemberian bantuan alsintan dan peluncuran Kredit Usaha Rakyat Khusus (KURsus) Kluster Petani Tebu bersama PT SGN, yang menjadikan Jatim sebagai pilot project.
"KUR khusus kluster petani tebu ini merupakan jawaban dari kebutuhan modal usaha tebu rakyat yang sebelumnya telah terkena limit kredit KUR konvensional, dan menjadi wujud nyata upaya Pemprov Jatim bersama PT SGN untuk memperjuangkan kesejahteraan petani tebu," ujarnya.
Faktor lain yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim antara lain momen ibadah haji, libur Hari Raya Keagamaan dan sekolah, peningkatan ekspor komoditas, serta naiknya jumlah wisatawan mancanegara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!