Brebes dan Pekalongan Genjot Program Cek Kesehatan Gratis bagi Ratusan Ribu Pelajar
📅 Rabu, 06 Agu 2025, 15:30 WIB | Oleh: Henri pelupessy
Doc: koran jakarta/dok
BREBES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes dan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan gencar menggalakkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak usia sekolah. Program ini menyasar lebih dari 341 ribu pelajar dari jenjang SD hingga SMA/SMK, termasuk madrasah dan pondok pesantren, sebagai langkah preventif dan promotif untuk membangun generasi sehat dan berkualitas.
Kick-off program di Brebes berlangsung di SDN Terlangu 1, ditandai dengan pemeriksaan kesehatan terhadap 181 siswa. Asisten I Sekda Brebes Bidang Pemerintahan dan Kesra, Khaerul Abidin, menegaskan pentingnya skrining kesehatan secara menyeluruh bagi anak-anak.
“Anak yang sehat akan lebih semangat belajar dan berprestasi. Maka cek kesehatan ini harus jadi kegiatan rutin, bukan sekadar seremonial,” ujarnya, kemarin.
Pemeriksaan dilakukan terhadap 341.369 pelajar di 1.639 satuan pendidikan di Kabupaten Brebes. Layanan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, pemeriksaan gigi, telinga, mata, kebersihan diri, hingga tes kebugaran fisik dan kesehatan jiwa.
Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, menyebut bahwa kegiatan ini bertujuan mendeteksi dini risiko kesehatan anak sebelum berkembang menjadi masalah serius. Untuk pelajar kelas 4, 5, dan 6 SD, ada tambahan tes kebugaran lari sebagai indikator daya tahan fisik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu di Kota Pekalongan, pelaksanaan CKG dimulai di SMP Negeri 13 pada Selasa (5/8), menyasar 192 siswa kelas VII.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, mengatakan momentum awal tahun ajaran baru dipilih agar jangkauan pemeriksaan optimal.
“Anak usia sekolah jumlahnya besar dan strategis. Lewat mereka, cakupan layanan kesehatan bisa meningkat secara nasional,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia memastikan setiap hasil pemeriksaan akan ditindaklanjuti, termasuk rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan jika ditemukan indikasi gangguan kesehatan. Program ini ditargetkan selesai pada September 2025.
Kepala SMPN 13 Pekalongan, Yeti Eka Erawati, menyambut baik pelaksanaan program ini. Menurutnya, antusiasme siswa menjadi indikator kuat bahwa anak-anak siap menjaga kesehatan mereka sejak dini.
“Ini investasi penting untuk membentuk generasi unggul yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujar Yeti.
Salah satu peserta, Alisa Putri, mengaku senang bisa mengikuti pemeriksaan menyeluruh. Meski sempat grogi saat cek darah, ia justru merasa lega bisa mengetahui kondisi kesehatannya secara langsung.
“Tadi dicek tensi, HB, semuanya normal. Baru pertama kali cek darah, agak sakit, tapi senang,” ujarnya sambil tersenyum.
Program CKG di dua daerah ini menjadi bukti konkret bahwa kesehatan anak bukan sekadar urusan medis, melainkan bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!