619 Vila Siap Dibangun di Jantung TN Komodo! Pulau Padar Bersolek atau Menuju Petaka?
📅 Selasa, 05 Agu 2025, 07:33 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Antara foto
Pulau Padar, salah satu permata pariwisata di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, bakal mengalami perubahan besar. PT Komodo Wildlife Ecotourism (KWE) berencana membangun sebanyak 619 fasilitas dan sarana wisata di pulau yang terkenal dengan pemandangan bukit-bukitnya yang dramatis dan perairan biru jernih itu.
Rencana ambisius tersebut terungkap dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang dipaparkan oleh tim ahli dari IPB dalam konsultasi publik di GMCC Golo Mori pada 23 Juli 2025. Pembangunan ini akan menempati lahan seluas 274,13 hektare, dengan luas terbangun mencapai 15,75 hektare, terbagi dalam tujuh blok utama.
Fasilitas utama yang akan dibangun mencakup 448 unit vila dengan berbagai tipe dan ukuran, mulai dari Vila A seluas 106 m², hingga Vila Master yang mencapai 306 m². Vila-vila ini akan dilengkapi dengan fasilitas mewah, termasuk kolam renang pribadi pada beberapa tipe.
Selain vila, PT KWE juga merancang pembangunan berbagai fasilitas pendukung wisata, seperti restoran dengan berbagai konsep, gym, spa, dive centre, dan pusat olahraga air. Tak hanya itu, akan ada juga wedding chapel, viewing deck, serta Hilltop Chateau sebagai salah satu ikon eksklusif kawasan tersebut.
Dari sisi keberlanjutan, KWE menyiapkan fasilitas pendukung seperti Marine Research Centre, Sunset Bar, pos pantau, serta tujuh jetty baru untuk akses laut. Infrastruktur seperti jalan darat, rumah staf, kantor pengelola, hingga pusat kontrol juga masuk dalam daftar pembangunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga, membenarkan adanya pemaparan rencana pembangunan ini oleh tim ahli IPB. “Itu pemaparan dokumen EIA oleh Tim Ahli dari IPB untuk PT KWE,” kata Hengki, sapaan akrabnya, saat dikonfirmasi, Sabtu (2/8).
Meski menuai antusiasme dari segi pengembangan pariwisata, proyek besar ini juga memantik perhatian publik dan pegiat lingkungan, mengingat status Pulau Padar sebagai bagian dari kawasan konservasi yang dilindungi UNESCO. Pembangunan masif di tengah kawasan ekosistem sensitif ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah alam Pulau Padar akan tetap lestari di tengah geliat investasi?
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana proyek ini akan berjalan dan sejauh mana komitmen pelestarian akan benar-benar diwujudkan di lapangan. Pulau Padar, yang selama ini menjadi lambang harmoni antara alam liar dan keindahan, kini berada di persimpangan penting antara konservasi dan komersialisasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!