Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Jateng Dorong Organisasi Mahasiswa Jadi Pendamping Desa Miskin

📅 Minggu, 03 Agu 2025, 15:35 WIB | Oleh:
Gubernur Jateng Dorong Organisasi Mahasiswa Jadi Pendamping Desa Miskin Doc: antara foto
Ket. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi meminta kepada kader organisasi mahasiswa, seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), agar ikut melakukan pendampingan terhadap desa-desa yang yang menjadi sasaran pengentasan kemiskinan.

“Di seluruh cabang di kabupaten/kota wilayah Jateng, tempelkan sahabat/sahabati ke seluruh bupati dan wali kotanya. Mereka sudah saya kasih tahu sahabat-sahabat akan mendapatkan porsi sebagai pendamping desa, karena dari 10 kabupaten/kota termiskin akan saya tunjuk desa miskin,” kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Semarang, Minggu (3/8).

Hal tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menghadiri acara pelantikan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Tengah periode 2025-2027 di Wisma Perdamaian, Kota Semarang.

Ia berpesan agar seluruh kader PMII, terutama di Jateng, untuk ikut serta mengawal program pemerintah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan.

Menurut dia, kader PMII Jateng mulai dari tingkat cabang, komisariat, hingga rayon, harus berkontribusi mendampingi desa miskin yang menjadi sasaran.

Ia mengatakan desa-desa termiskin akan diintervensi secara komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, salah satunya adalah organisasi massa dan mahasiswa.

Untuk itu mantan Kapolda Jateng itu dengan tegas meminta kesanggupan dari kader PMII Jateng. Dalam membangun Jateng, kata dia, butuh semangat kebersamaan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

"Anda orang pergerakan yang tidak boleh berhenti dan berjalan di tempat. Bergerak kemudian bersama-sama kita lakukan eksplorasi di Jateng," katanya.

Ia menjelaskan persoalan kemiskinan menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama.

Saat ini, kata dia, kondisi kemiskinan di Jateng berada pada angka 9,48 persen, turun dari data September 2024 sebesar 9,58 persen, dan indikator kemiskinan yang paling utama adalah pendidikan, kesehatan, kebutuhan pokok, kemudian rumah layak huni.

Bantuan yang digelontorkan terkait beberapa indikator itu harus tepat sasaran, kata dia, dan mahasiswa yang memiliki energi lebih dan visi-misi yang jelas diminta ikut mengawasi dan melaporkan hasilnya untuk dievaluasi setiap tiga bulan sekali.

"Mahasiswa kami minta untuk ikut mengawasi. Dengan bersama-sama itu kita akan mampu menunjukkan bahwa Jawa Tengah bisa maju berkelanjutan. Kalau kolaborasi itu bisa dilakukan, maka itulah tangan terkepal maju ke muka," kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Megapolitan
Nuansa Kemerdekaan Menyelim...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Gladi Persiapan Sidang Tahunan dan Pidato Presiden

Gladi Persiapan Sidang Tahunan dan Pidato Presiden

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Juli Jadi Bulan Terpanas Kedua Dunia
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.