Digitalisasi Pasar Dimulai! BI Sulsel Giring Pedagang Makassar ke Era QRIS
Minggu, 03 Agu 2025, 23:26 WIBMAKASSAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan terus mendorong percepatan inklusi keuangan melalui implementasi digitalisasi sistem pembayaran di sektor perdagangan rakyat.Â
Salah satu langkah konkret dilakukan dengan memperkenalkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pasar Niaga Daya, Makassar.
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga menyasar kelompok pelaku usaha mikro dan kecil yang selama ini masih bergantung pada transaksi tunai.Â
Melalui integrasi QRIS, BI berharap dapat memperluas akses layanan keuangan formal, mendorong literasi keuangan digital, serta menciptakan ekosistem pembayaran yang lebih transparan, aman, dan terdokumentasi.
Penerapan QRIS di pasar tradisional seperti Pasar Niaga Daya juga mencerminkan strategi Bank Indonesia dalam memperluas adopsi sistem pembayaran nontunai hingga ke level akar rumput, sejalan dengan agenda nasional transformasi ekonomi digital.Â
Di sisi lain, langkah ini mendukung upaya pemulihan ekonomi daerah dengan mendorong pelaku usaha menjadi bagian dari sistem keuangan nasional.
"Transaksi digital mulai diterapkan dalam layanan publik dan retribusi di Makassar, termasuk merambah ke pasar, maka kami menyasar Pasar Niaga Daya Makassar," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda di Makassar, Minggu (3/8).
Dia mengatakan, sebagai upaya mendorong transparansi dan efisiensi keuangan daerah, Pemerintah Kota Makassar dan bersama Bank Indonesia Sulsel terus mengakselerasi adopsi sistem pembayaran nontunai, termasuk di pasar tradisional dan Perumda Pasar Makassar.
Menurut dia, pada saat ini digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan yang tak terelakkan.
"Digitalisasi adalah sesuatu yang tak bisa dihindari. Mulai kita bangun tidur sampai menjelang tidur, hampir semua aktivitas bisa dilakukan lewat ponsel," ujar Rizki.
Sebagai gambaran, lanjutnya, mau belajar, pesan makanan, tiket pesawat, bayar air, pajak, sampai berdonasi di masjid semua bisa dilakukan secara digital.
BI kini hadir aktif untuk mendukung transformasi digital melalui QRIS, yang saat ini menjadi salah satu solusi pembayaran digital paling praktis dan inklusif di Indonesia.
Sejak peluncurannya pada 17 Agustus 2019, QRIS terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan.
Data tahun 2025 hingga bulan Juni secara nasional nilai transaksi QRIS telah menembus Rp570 triliun, meningkat sebesar 112 persen secara tahunan (year-on-year).
Sementara di Sulsel sendiri, jumlah pengguna QRIS sudah mencapai 1,3 juta orang, dengan volume transaksi mencapai Rp6,5 triliun, tumbuh 96 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
âKarena itu, kami mengajak seluruh pelaku usaha mulai dari pedagang kecil hingga pelaku usaha besar untuk segera mengadopsi QRIS sebagai sistem pembayaran utama," katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Atap Gedung Roboh Sejak 2024, Begini Nasib 270 Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09
-
Evakuasi JPO Tendean yang Ditabrak Truk Sengaja Tunggu Jam Sibuk Jakarta Mereda
-
DLH Semarang: Sampah Cenderung Menurun Selama Libur Sekolah
-
Polda Metro Jaya Minta Imigrasi Cegah Bekas Jampidsus ke Luar Negeri
-
Deretan Rekor yang Pecah di Piala Dunia 2026: Messi, Mbappe hingga Ronaldo Ukir Sejarah Baru
-
Perkuat Kedekatan dengan Nasabah, Sun Life Indonesia Resmikan KPM Sun Billionaire
-
Jakarta Ingin Wujudkan Kota Ramah Anak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.