Momok di Langit Ukraina, Media Russia Sebut Indonesia Tertarik dengan Heli Serbu KA-52 Alligator, Benarkah?

Jumat, 24 Jul 2026, 00:00 WIB

MOSKOW – Helikopter serang Kamov Ka-52 Alligator dikenal sebagai salah satu alutsista yang paling diwaspadai pasukan Ukraina selama perang dengan Russia. Dengan kemampuan membawa rudal antitank berpemandu, roket, meriam 30 mm, serta sistem avionik modern, Ka-52 menjadi salah satu aset andalan Rusia untuk memberikan dukungan tembakan dan menghancurkan kendaraan lapis baja maupun posisi pertahanan lawan.

s
Kini, nama Ka-52 kembali dikaitkan dengan Indonesia. Bersama jet tempur siluman Su-57, helikopter serang tersebut menjadi sorotan setelah media pertahanan Rusia The First Technical (www1.ru) melaporkan bahwa Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang berpotensi menjadi calon pembeli alutsista buatan Rusia.

Ket. Foto: Helikopter ini dikenal menggunakan sistem rotor koaksial tanpa baling-baling ekor, mampu membawa rudal antitank, roket, serta meriam 30 mm. Varian terbaru Ka-52M juga dibekali avionik, radar, dan sistem persenjataan yang telah ditingkatkan berdasarkan pengalaman operasi militer Russia. — Sumber: Istimewa

Mengutip laporan tersebut, Profesor Madya Departemen Studi Asia sekaligus pakar Pusat ASEAN di Moscow State Institute of International Relations (MGIMO), Nikita Kuklin, mengatakan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya pernah menyatakan ketertarikan terhadap jet tempur Su-57.

Ia juga mengungkapkan bahwa Russia telah menerima permohonan dari Indonesia terkait pasokan alutsista untuk periode 2025–2030. Dalam paket yang ditawarkan Rosoboronexport terdapat helikopter Ka-52E, pesawat tanker Il-78MK-90A, serta jet tempur Su-57E dan Su-35.

Menurut Nikita, pendekatan Indonesia didasarkan pada doktrin politik luar negeri yang aktif dan independen, serta pandangan mengenai tatanan dunia yang semakin multipolar. 

"Teknologi pertahanan Russia, khususnya Su-57, dapat menjadi bagian penting dalam program modernisasi militer yang telah digagas Prabowo sejak menjabat Menteri Pertahanan. Dalam konteks tersebut, jalur kerja sama pendidikan dan pelatihan militer yang sempat disampaikan Presiden Putin dinilai memiliki arti strategis," ungkapnya. 

Laporan ini mencuat setelah beredarnya dokumen internal industri pertahanan Rusia yang diduga bocor. Dokumen tersebut menyebut adanya pelanggan luar negeri yang tertarik membeli puluhan helikopter Ka-52M, namun tidak mengungkap identitas negara pemesannya.

Di kalangan pengamat pertahanan internasional kemudian muncul berbagai spekulasi. Selain Tiongkok, Indonesia juga disebut sebagai salah satu kandidat calon pembeli. Meski demikian, hingga kini belum ada bukti resmi yang menunjukkan Indonesia telah menandatangani kontrak ataupun mengajukan pembelian Ka-52 kepada Rusia.

Secara terpisah, Rosoboronexport memang tengah memasarkan helikopter tempur Ka-52E dan Mi-28NME ke kawasan Asia Tenggara. Dalam materi promosinya, Indonesia dan Malaysia disebut sebagai pasar potensial bagi kedua platform tersebut.

Ka-52 Alligator merupakan helikopter serang modern yang dikembangkan oleh Kamov. Helikopter ini menggunakan sistem rotor koaksial tanpa baling-baling ekor, serta mampu membawa rudal antitank, roket, dan meriam kaliber 30 mm. Varian terbaru Ka-52M juga telah dibekali radar, avionik, dan sistem persenjataan yang ditingkatkan berdasarkan pengalaman tempur Rusia.

Bagi Indonesia, kerja sama pertahanan dengan Rusia bukan hal baru. TNI telah mengoperasikan berbagai alutsista buatan Rusia, mulai dari pesawat tempur Su-27 dan Su-30, helikopter Mi-35 dan Mi-17, hingga kendaraan tempur amfibi BMP-3F milik Korps Marinir.

Namun, peluang pembelian alutsista Rusia juga menghadapi tantangan geopolitik. Salah satu kendalanya adalah ancaman sanksi CAATSA (Countering America's Adversaries Through Sanctions Act) dari Amerika Serikat. Undang-undang yang berlaku sejak 2017 itu memungkinkan Washington menjatuhkan sanksi kepada negara yang melakukan transaksi pertahanan besar dengan Rusia. Faktor tersebut sebelumnya juga disebut menjadi salah satu penyebab rencana pembelian jet tempur Su-35 oleh Indonesia tidak berlanjut hingga tahap kontrak.

Hingga saat ini, Kementerian Pertahanan RI belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai minat ataupun rencana akuisisi helikopter Ka-52 maupun jet tempur Su-57. Karena itu, kabar mengenai ketertarikan Indonesia terhadap kedua alutsista tersebut masih sebatas laporan media dan analisis sejumlah pengamat, sehingga belum dapat dipastikan kebenarannya.

  • KA-52 Alligator

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.