BRIN Kenalkan Teknologi RCP untuk Tingkatkan Keselamatan Perlintasan Kereta
Minggu, 17 Mei 2026, 17:58 WIBJAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi Rubber Crossing Plate (RCP) untuk meningkatkan keselamatan perlintasan kereta api nasional. Teknologi tersebut dirancang menggantikan material konvensional seperti beton dan aspal pada kawasan perlintasan sebidang.
Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN, Ade Sholeh Hidayat, mengatakan inovasi RCP menggunakan, material berbahan dasar karet alam dengan tambahan aditif khusus. Material tersebut dikembangkan agar lebih elastis, tahan cuaca ekstrem, serta mampu meredam getaran tinggi kendaraan.
Menurut Ade, berbagai kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya dipicu faktor manusia semata. Kondisi teknis lintasan seperti permukaan tidak rata dan licin saat hujan juga meningkatkan risiko kecelakaan kendaraan.
âRCP menawarkan pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap beban dinamis dan kondisi lingkungan ekstrem. Ini sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan,â ujar Ade dirangkum dalam laman brin.go.id, Sabtu (16/5) lalu.
Ia menjelaskan, permukaan pelat RCP dibuat lebih presisi dan memiliki fitur anti-slip untuk meningkatkan stabilitas kendaraan. Teknologi tersebut dinilai mampu mengurangi risiko kendaraan tergelincir maupun tersangkut ketika melintasi rel kereta api.
Selain meningkatkan keselamatan, material RCP juga mampu meredam getaran dan mengurangi tingkat kebisingan di sekitar kawasan perlintasan. Ketahanan material terhadap korosi, keausan, dan cuaca ekstrem membuat teknologi tersebut dinilai lebih tahan lama dibanding material konvensional.
Ade mengatakan pengembangan teknologi RCP dilakukan melalui rekayasa komposit elastomer dan mineral dengan optimasi rasio campuran material. Produk tersebut juga telah melewati berbagai pengujian seperti uji statis, fatigue, getaran, kebisingan, hingga ketahanan lingkungan.
Sisi lain, Ade menilai, teknologi RCP memiliki dimensi strategis karena mendorong hilirisasi karet alam domestik dan mengurangi ketergantungan material impor. Pengembangan material berbasis limbah mineral juga dinilai mendukung prinsip ekonomi sirkular dan target dekarbonisasi sektor transportasi.
"Penerapan RCP secara luas berpotensi menjadi standar baru infrastruktur perlintasan sebidang di Indonesia. Infrastruktur yang lebih elastis, aman, dan stabil diharapkan mampu menurunkan risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan," ujar dia. ils/I-1
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
- Perlintasan kereta
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
65,8 Persen Garis Pantura Jawa Alami Abrasi, Peneliti BRIN Ungkap Penyebabnya!
-
Inovasi BRIN Dorong Energi Hidrogen Bersih
-
Review MacBook Air M5: Laptop Apple yang Makin Ngebut, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
-
Truk Tertemper Kereta di Madiun, KAI Minta Warga Patuhi Aturan di Perlintasan
-
Manchester City Siap Gelontorkan 1,4 Triliun Rupiah demi Livramento, Guardiola Susun Manuver Agresif
-
Wamen PU: Sekolah Rakyat Buka Kesempatan Masyarakat Miskin Bersekolah
-
PGN–BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.