20 Truk Dikerahkan untuk Membersihkan Sampah di TPS Pasar Weru

Kamis, 23 Jul 2026, 23:13 WIB

Cirebon - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengerahkan 20 unit truk pengangkut sampah untuk mempercepat pembersihan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Batik Weru yang mengalami penumpukan sampah dengan target penanganan rampung dalam dua hari.

Kepala DLH Kabupaten Cirebon Dede Sudiono mengatakan saat ini, pihaknya telah mengoperasikan 11 truk pengangkut sampah dan satu unit ekskavator untuk mempercepat proses pengurasan di lokasi.

Ket. Foto: Kepala DLH Kabupaten Cirebon Dede Sudiono di Cirebon, Jawa Barat. — Sumber: Antara

"Sampai tuntas nanti kemungkinan yang dikerahkan mencapai lebih dari 20 unit," kata Dede di Cirebon, Kamis.

Ia mengatakan seluruh sampah yang berada di TPS Pasar Batik Weru diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Gunung Santri agar kapasitas penampungan di lokasi kembali normal.

Menurut dia, TPS Pasar Batik Weru merupakan fasilitas resmi yang telah ditetapkan pemerintah desa sehingga pengelolaannya menjadi bagian dari layanan persampahan pemerintah daerah.

Dede menjelaskan penumpukan sampah dipicu meningkatnya aktivitas perdagangan, usaha kuliner, serta bertambahnya volume sampah rumah tangga selama beberapa waktu terakhir.

Selain itu, kata dia, perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin banyak menggunakan makanan siap saji juga dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya produksi sampah, terutama jenis anorganik.

Setelah penanganan di TPS Pasar Batik Weru selesai, DLH akan melanjutkan pengangkutan sampah yang menumpuk di TPS Arjawinangun.

Di sisi lain, Dede menilai penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pengangkutan, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Ia mengajak masyarakat mulai memilah sampah dari rumah karena sekitar separuh timbulan sampah, merupakan sampah organik yang masih dapat diolah menjadi kompos maupun pakan maggot.

Sementara itu, lanjut dia, sampah anorganik seperti plastik dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif untuk industri semen.

Ia berharap percepatan pembersihan TPS disertai meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, dapat mencegah kembali terjadinya penumpukan sampah di berbagai wilayah Kabupaten Cirebon.

"Kalau pemilahan dilakukan sejak dari rumah, volume sampah yang masuk ke TPS dan TPA akan berkurang sangat signifikan," ujar Dede.

  • darurat sampah

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.