Peluncuran Karya Selaras dalam Rangka Merayakan Hari Anak Nasional

Kamis, 23 Jul 2026, 23:33 WIB

Denpasar  - Grup musik independen asal Bali Nosstress dan musisi Made Mawut meluncurkan karya kolaborasi lagu dan video musik bersama anak-anak dalam rangka Hari Anak Nasional.

“Lagu ini berjudul Selaras, ini terkait Hari Anak Nasional, jadi anak-anak yang menyanyikan, lagu ini tentang anak-anak yang belajar dan juga orang tua yang harus lebih banyak belajar lagi,” kata Personel Nosstress Nyoman Angga Yudsitha di Denpasar, Kamis.

Ket. Foto: Nosstress dan Made Mawut gandeng anak-anak luncurkan karya musik Selaras dalam rangka Hari Anak Nasional di Denpasar, Kamis (23/7/2026). — Sumber: Antara

Dalam video musik sendiri, Man Angga menampilkan sekitar 11 anak yang sedang bernyanyi sambil bermain, mereka di pantai, di kebun, dan di studio rekaman saling tertawa seolah menunjukkan apa yang sebenarnya diharapkan: kesederhanaan, kebersamaan, dan keharmonisan hidup.

Ia bercerita karya ini diproses cukup lama, sengaja digarap perlahan mulai dari lirik dan musik oleh Nosstress dan Made Mawut, kemudian meminta anak-anak menghafal lirik hingga mau untuk bernyanyi beramai-ramai.

Dari Nosstress sendiri, Selaras ingin digambarkan sebagai antitesisnya, apa yang dibutuhkan anak-anak justru tidak selaras atau sulit didapatkan.

Situasi hari ini, dimana masalah global dan ekonomi Indonesia memaksa orang tua harus terus bekerja keras, membuat semakin berkurangnya waktu orang tua untuk anak, ruang untuk belajar pun kerap terbatas.

“Selaras itu sebuah kesesuaian sementara banyak sekali hal tidak selaras yang akhirnya membuat anak-anak kita menjadi korban seperti orang tua yang tersita kehidupannya kemudian tidak memiliki waktu yang cukup untuk hidup bersama anak-anak, padahal bagi anak, menjadi selaras tidak memerlukan banyak hal,” ujarnya.

Sementara itu bagi musisi lokal Made Mawut, lagu ini dibuat untuk menanamkan nilai-nilai kerja sama dan kesetaraan pada anak-anak.

Di Hari Anak Nasional ini, ia berharap negara semakin hadir memfasilitasi tumbuh kembang anak secara harmonis, tanpa paksaan kompetisi, dan selaras dengan hak-hak dasarnya.

Ngurah Termana, satu orang tua anak yang dilibatkan dalam karya mengapresiasi gagasan ini, menurutnya Selaras hadir sebagai ruang untuk berefleksi, mengingat, sekaligus berdialog, bahwasannya anak dan orang tua sama-sama sedang bertumbuh.

“Dunia anak-anak sering membawa pada ingatan hal-hal yang sederhana, tangan yang kotor bermain tanah, tawa senang saat bercanda bersama, sepotong kue yang dibagi rata, saling mendengarkan saat teman bercerita, kederhanaan yang semakin tergerus di tengah dunia yang bergerak semakin cepat dan dibangun makin tak terkendali,” ujarnya.

Lewat karya ini, ia sebagai ayah mulai memahami dunia saat ini tidak lagi sama dengan tempat dulu tumbuh, orang tua perlu belajar menerima bahwa anak bukanlah ruang kosong yang harus ia isi dengan mimpi-mimpinya.

Anak datang membawa zamannya sendiri, dengan rasa ingin tahu, bakat, karakter, dan caranya sendiri memandang kehidupan.

“Konon, menjadi orang tua adalah tentang mengajarkan banyak hal kepada anak, namun semakin kami menjalaninya, kami menyadari bahwa menjadi orang tua justru adalah tentang terus belajar,” sambung Ngurah Termana.

  • Hari Anak Nasional

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.