- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jerman Percepat Penguatan ...
Jerman Percepat Penguatan Militer di Tengah “Ancaman Russia”
Senin, 08 Jun 2026, 01:00 WIBBerlin - Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, menegaskan negaranya akan mempercepat penguatan kemampuan militer dan meningkatkan belanja pertahanan sebagai respons terhadap ancaman keamanan yang dinilai masih datang dari Russia.
Saat menghadiri Hari Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) di Neubiberg, Jerman selatan, Sabtu (6/6), Pistorius mengatakan Berlin mempercepat proses pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) agar pasukan memiliki perlengkapan dan pelatihan terbaik.
"Kami terpaksa mengeluarkan lebih banyak uang sebagai akibat dari ancaman keamanan -- ancaman yang ditimbulkan oleh Russia," kata Pistorius.
Seperti dikutip dari Antara, menurut dia, percepatan pengadaan menjadi prioritas utama untuk memastikan Bundeswehr memiliki kemampuan pencegahan yang kuat dan siap menghadapi berbagai kemungkinan ancaman di masa depan.
Pistorius juga menegaskan ambisi Jerman untuk memainkan peran sentral dalam pertahanan NATO di Eropa.
"Kami bekerja sangat keras dan bersatu untuk memastikan bahwa dana dibelanjakan secara efektif dan cepat, sehingga Bundeswehr dapat mengembangkan kemampuan pencegahan penuhnya dan, sebagai mitra terbesar NATO di Eropa, memainkan peran sentral bersama negara lain dalam hal kemampuan pertahanan NATO," ujarnya.
Sebelumnya pada April, Pistorius mengungkapkan strategi militer baru Jerman yang menargetkan Bundeswehr menjadi kekuatan militer konvensional terkuat di Eropa pada 2039 sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap Russia.
Dalam strategi tersebut, Jerman berencana meningkatkan jumlah personel aktif, pasukan cadangan, dan pegawai sipil militer. Berlin menargetkan sedikitnya 460.000 personel siap tempur yang terdiri atas pasukan aktif dan cadangan.
Di sisi lain, Russia menilai langkah Jerman menunjukkan persiapan menuju kemungkinan konfrontasi militer di masa mendatang.
Duta Besar Russia untuk Jerman, Sergey Nechaev, mengatakan Berlin secara terbuka mengarahkan kebijakannya untuk menghadapi Russia dalam beberapa tahun ke depan.
"Jerman secara doktrinal telah menetapkan arah untuk mempersiapkan konfrontasi militer dengan Russia dalam beberapa tahun ke depan dan tidak menyembunyikannya," kata Nechaev.
Ia juga menuding pemerintah Jerman terus mendukung Ukraina melalui pasokan drone, komponen militer, dan berbagai jenis persenjataan lainnya, meski Berlin membantah terlibat langsung dalam konflik.
- Keamanan Eropa
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.