Memperkuat Pencegahan Karhutla Selama Musim Kemarau
Kamis, 23 Jul 2026, 22:27 WIBMajalengka - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau setelah 12 kejadian kebakaran lahan seluas 10,85 hektare pada 12-21 Juli 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Tamim di Majalengka, Kamis, mengatakan peningkatan kejadian tersebut menjadi dasar bagi pihaknya untuk mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
"Masyarakat diharapkan berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," katanya.
Ia mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah maupun jerami di sekitar vegetasi kering, serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di sembarang tempat.
Selain itu, kata dia, pemilik lahan perkebunan diminta membuat sekat bakar sebagai langkah antisipasi agar api tidak mudah merambat apabila terjadi kebakaran.
Agus mengatakan masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap kepada pemerintah desa, kecamatan, petugas pemadam kebakaran, maupun BPBD agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Menurut dia, BPBD menyiagakan personel selama 24 jam untuk memantau potensi titik panas (hotspot) sekaligus memberikan respons cepat terhadap setiap laporan kebakaran.
Ia menjelaskan kondisi cuaca kering yang disertai angin kencang selama musim kemarau menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api, terutama di kawasan semak belukar, kebun, dan lahan kritis di wilayah perbukitan.
"Tim Reaksi Cepat BPBD bersama unsur pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa, dan relawan terus bergerak cepat melakukan pemadaman serta asesmen di lokasi agar api tidak meluas ke kawasan permukiman," ujarnya.
Berdasarkan data BPBD, kejadian karhutla tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Cigasong, Kasokandel, Kadipaten, Majalengka, dan Sindang.
Ia menyebutkan Kecamatan Cigasong menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni tiga kebakaran di Desa Baribis dengan total luas sekitar 4,02 hektare serta satu kejadian di Desa Kawunghilir seluas satu hektare.
âKami memastikan seluruh lokasi terdampak telah dilakukan pemadaman, pendinginan dan asesmen oleh petugas gabungan. BPBD mengingatkan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, karena puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung,â ucapnya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.