Badai Wipha Menerjang Thailand, 6 Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor

Minggu, 03 Agu 2025, 08:00 WIB

BANGKOK - Banjir dan tanah longsor yang dipicu Badai Tropis Wipha sejak bulan lalu menewaskan enam orang dan berdampak pada lebih dari 230.000 orang di seluruh Thailand, kata pejabat manajemen bencana Sabtu (2/8).

Sejak 21 Juli, hujan lebat melanda 12 provinsi, sebagian besar di wilayah utara dan tengah, menurut Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand.

Ket. Foto: Warga berjalan melewati banjir di luar Masjid Pusat Pattani setelah hujan deras selama berhari-hari di provinsi Pattani, Thailand selatan, pada 2 Desember 2024. — Sumber: AFP

"Kami memantau secara ketat dampak badai hujan Wipha dan berkoordinasi dengan provinsi-provinsi terdampak untuk membantu mereka yang membutuhkan," kata badan tersebut dalam sebuah pernyataan di halaman Facebook resminya.

Gambar-gambar di media sosial menunjukkan air banjir yang keruh, karung pasir ditumpuk di luar rumah, dan penduduk menggunakan perahu plastik untuk melewati jalan yang terendam.

Namun, departemen meteorologi kerajaan memperkirakan curah hujan akan mereda dalam beberapa hari mendatang.

Sementara Thailand mengalami hujan monsun tahunan antara bulan Mei dan Oktober, para ilmuwan mengatakan perubahan iklim buatan manusia menyebabkan pola cuaca yang lebih ekstrem yang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya banjir yang merusak.

Banjir yang meluas di Thailand pada tahun 2011 menewaskan lebih dari 500 orang dan merusak jutaan rumah di seluruh negeri.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.