Fokus SDM, Yogyakarta Jadi Pusat Rujukan Beragam Sektor, Bukan Hanya Wisata
Senin, 05 Mei 2025, 15:13 WIBYOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen menjadikan wilayahnya sebagai Center of Referral and Center of Excellent (Pusat Rujukan dan Pusat Unggulan) di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Meski sektor pariwisata diakui sebagai penyumbang utama Pendapatan Asli Daerah (PAD), upaya rujukan unggulan ini diharapkan merambah berbagai bidang.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyatakan bahwa tanpa program rujukan unggulan di berbagai sektor, Kota Yogyakarta tidak akan produktif. Ia mencontohkan upaya pengentasan kemiskinan dan pengelolaan sampah sebagai sistem yang dibangun untuk menjadi rujukan bagi daerah lain.
Namun demikian, Hasto mengakui bahwa pariwisata tetap menjadi perhatian penting, terutama setelah penataan kota dengan sumbu filosofi. Pengembangan City of Festival dan kalender acara yang padat, serta penciptaan atraksi baru termasuk tari khas Yogyakarta, menjadi strategi untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, justru mengungkapkan bahwa visi dan misi 2025-2029 mencakup delapan program prioritas yang lebih luas. Selain pariwisata, fokus juga diberikan pada peningkatan derajat pendidikan, kualitas dan keadilan pelayanan kesehatan, kualitas lingkungan, produktivitas ekonomi rakyat, kemandirian ekonomi daerah, kualitas sosial warga, layanan publik, dan tujuan keistimewaan DIY.
Dr. Fahmi Johan, seorang pakar kebijakan publik dan tata kelola kota, menilai bahwa upaya Yogyakarta untuk menjadi pusat rujukan di berbagai bidang adalah visi yang tepat.
"Ketergantungan pada satu sektor, seperti pariwisata, bisa rentan. Mengembangkan keunggulan di bidang lain seperti pendidikan, kesehatan, atau inovasi teknologi akan menciptakan fondasi ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan," ujarnya.
Di lain sisi, Prof. Ambarwati, seorang sosiolog perkotaan dari Universitas Gadjah Mada, menekankan pentingnya sinergi antara sektor pariwisata dan sektor lainnya.
"Pariwisata bisa menjadi pintu masuk untuk mengenalkan potensi Yogyakarta di bidang lain. Misalnya, wisatawan yang datang karena budaya dan sejarah juga bisa tertarik dengan produk UMKM lokal atau layanan kesehatan unggulan. Pengembangan SDM yang berkualitas adalah kunci untuk mewujudkan visi Yogyakarta sebagai pusat rujukan yang beragam," katanya.
Komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta untuk meningkatkan kualitas SDM dan mewujudkan diri sebagai pusat rujukan di berbagai bidang menunjukkan langkah strategis untuk diversifikasi potensi daerah, tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata semata. Keberhasilan visi ini akan bergantung pada implementasi program-program prioritas secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Yuniar Dwi Setiawati
Berita Terkait:
-
Siap Layani Wisatawan, Becak Kayuh di Yogyakarta Kini Sudah Bertenaga Listrik
-
Demi Kesehatan Warga, Tuberkulosis Lampung Digerpol Ramai-ramai
-
Dinkes DIY Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus Hingga Awal Mei 2026
-
Patrick Kluivert Akhirnya Datang ke Indonesia, Promotor Akui Sempat Sulit Yakinkan
-
Legenda Real Madrid Santamaria Wafat di Usia 96 Tahun
-
Make Over Luncurkan Mini Series, Perkenalkan Powerstay Matte Powder Foundation Special Edition
-
Manchester United Taklukkan Chelsea 1-0 lewat Gol Tunggal Matheus Cunha
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.