- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Ultimatum Perdamaian...
Trump Ultimatum Perdamaian Ukraina Paling Lambat 8 Agustus, Siap Ambil Langkah Tambahan
Jumat, 01 Agu 2025, 17:00 WIBJAKARTA â Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan batas waktu hingga 8 Agustus untuk tercapainya kesepakatan damai guna mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan senior Amerika Serikat dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Kamis waktu setempat.
Diplomat senior AS, John Kelley, dalam pernyataannya di hadapan 15 anggota dewan menyatakan bahwa sudah waktunya bagi kedua belah pihak untuk merundingkan gencatan senjata dan perdamaian yang langgeng. âPresiden Trump telah menegaskan bahwa hal ini harus dilakukan paling lambat 8 Agustus. Amerika Serikat siap menerapkan langkah-langkah tambahan untuk mengamankan perdamaian,â ujar Kelley.
Pernyataan ini muncul dua hari setelah Trump menyampaikan ancaman akan memberlakukan tarif dan tindakan tambahan terhadap Rusia jika tidak ada kemajuan nyata dalam proses perdamaian. âAmerika Serikat akan mulai mengenakan tarif dan tindakan lainnya terhadap Rusia 10 hari dari hari ini jika Moskow tidak menunjukkan kemajuan dalam mengakhiri perangnya di Ukraina,â kata Trump pada Selasa lalu.
Konflik antara Rusia dan Ukraina telah berlangsung lebih dari tiga tahun tanpa penyelesaian yang komprehensif. Meski telah digelar tiga putaran perundingan di Istanbul sepanjang tahun ini yang menghasilkan pertukaran tahanan dan jenazah, pembicaraan tersebut belum membawa terobosan untuk mengakhiri pertempuran.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB, Dmitry Polyanskiy, menegaskan niat Moskow untuk melanjutkan pembicaraan damai. âKami bermaksud melanjutkan negosiasi di Istanbul,â ujarnya di hadapan DK PBB. Namun, ia juga mengkritik sikap negara-negara Barat. âMeskipun ada pertemuan di Istanbul, di Barat, semangat perang belum padam. Kami terus mendengar suara-suara dari mereka yang menganggap diplomasi hanyalah cara untuk mengkritik dan menekan Rusia,â lanjut Polyanskiy.
Sementara itu, dari pihak Ukraina, Wakil Duta Besar Khrystyna Hayovyshyn menyerukan solidaritas global dalam menghadapi Rusia. Ia menegaskan bahwa Ukraina hanya menginginkan perdamaian yang berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional.
âKami menginginkan perdamaian yang komprehensif, adil, dan abadi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip Piagam PBB dan tidak kurang dari itu. Kami ulangi, gencatan senjata yang menyeluruh, segera, dan tanpa syarat sangat penting. Ini adalah langkah pertama untuk menghentikan perang agresi Rusia terhadap Ukraina,â tegas Hayovyshyn.
Penetapan tenggat waktu oleh Presiden Trump menandai pendekatan baru yang lebih tegas dalam mendorong penyelesaian konflik Rusia-Ukraina. Sebelumnya, pendekatan serupa belum pernah ditempuh secara terbuka oleh pemerintahan AS, terutama dalam bentuk batas waktu spesifik dan ancaman sanksi ekonomi yang eksplisit.
Namun demikian, belum ada sinyal pasti dari Moskow maupun Kyiv mengenai kesiapan mereka untuk memenuhi tuntutan Trump dalam waktu sesingkat itu. Sejumlah pengamat memperkirakan bahwa tekanan ekonomi tambahan dari Washington mungkin dapat memengaruhi kalkulasi politik Kremlin, namun juga bisa memperburuk ketegangan diplomatik yang sudah tinggi.
Dalam beberapa bulan terakhir, upaya diplomasi yang difasilitasi Turki di Istanbul belum menghasilkan hasil yang signifikan, walau terus diklaim sebagai jalan terbaik untuk membuka jalur komunikasi antara kedua negara.
Dengan waktu yang semakin sempit menuju batas waktu 8 Agustus, perhatian internasional kini tertuju pada dinamika pembicaraan lanjutan antara Rusia dan Ukraina, serta pada kemungkinan langkah-langkah lanjutan yang akan diambil Washington jika tuntutan Trump tidak diindahkan.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump Ancam Naikkan Tarif Jika Inggris Tak Hapus Pajak Layanan Digital
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.