Thailand Sambut Kesepakatan Tarif AS 19 Persen Sebagai 'Kesuksesan Besar'
📅 Jumat, 01 Agu 2025, 09:40 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Thai Examiner
BANGKOK - Thailand menyambut baik tarif perdagangan sebesar 19 persen yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump. Menyebutnya sebagai "keberhasilan besar", yang mencegah ancaman pengenaan tarif sebesar 36 persen.
Trump memerintahkan tarif tinggi pada puluhan mitra dagang dalam upaya untuk membentuk kembali perdagangan global demi ekonomi AS.
Thailand telah bernegosiasi dengan Washington selama berminggu-minggu, berupaya mengurangi pungutan sebesar 36 persen pada ekspor utama yang terancam berdasarkan tindakan "Hari Pembebasan" Trump.
"Kesepakatan yang telah difinalisasi ini, yang menetapkan tarif impor AS sebesar 19 persen, menandai keberhasilan besar bagi Thailand," ujar juru bicara pemerintah Thailand, Jirayu Huangsab, dalam sebuah pernyataan, Jumat (1/8).
"Ini merupakan pendekatan yang saling menguntungkan yang bertujuan untuk menjaga basis ekspor Thailand dan stabilitas ekonomi jangka panjang."
Sebaiknya Anda baca juga:
Defisit perdagangan barang Amerika Serikat dengan Thailand mencapai $45,6 miliar pada tahun 2024, naik 11,7 persen dari tahun sebelumnya, menurut data Perwakilan Dagang AS.
Thailand telah berjuang untuk menghidupkan kembali perekonomiannya sejak pandemi Covid-19, ketika pembatasan perjalanan menghantam sektor pariwisata utama.
Pemerintah Thailand pada bulan Mei memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 menjadi 2,3-3,3 persen, dari 3,2-4,2 persen, dengan alasan ketidakpastian tarif. Pertumbuhan pada tahun 2024 adalah 2,5 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengumuman tarif pada hari Kamis di Washington terjadi beberapa hari setelah Trump turun tangan untuk membantu menengahi gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja.
Bentrokan hebat di perbatasan antara kedua negara tetangga itu selama lima hari -- yang paling mematikan dalam beberapa dekade -- menyebabkan lebih dari 40 orang tewas dan 300.000 orang dievakuasi dari rumah mereka.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!