Jayapura Terus Beri Edukasi Lingkungan Bersawa WWF
📅 Jumat, 01 Agu 2025, 14:25 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAYAPURA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Provinsi Papua juga mendukung dan menyambut baik kehadiran program edukasi lingkungan hidup dari Yayasan WWF Indonesia Program Papua melalui kendaraan edukasi mobil panda.
Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri saat menghadiri kegiatan berbagi cerita dengan mobil panda di Sentani, Jumat, mengapresiasi inisiatif WWF Indonesia Program Papua yang selaras dengan komitmen daerah dalam menjaga kelestarian alam.
"Kabupaten Jayapura memiliki wilayah yang cukup luas dengan 19 distrik, 139 kampung, lima kelurahan, dan penduduk sekitar 200 ribu jiwa, yang hidup berdampingan dengan kekayaan alam yang harus kita jaga bersama," katanya.
Menurut Basri, Pemkab Jayapura telah menyusun berbagai kebijakan strategis yang mengedepankan pendekatan pembangunan berkelanjutan, termasuk melalui sektor pendidikan berwawasan lingkungan
"Pendidikan berbasis lingkungan, baik formal maupun nonformal, adalah instrumen penting dalam pembangunan manusia, kita butuh terobosan seperti yang dilakukan WWF ini, agar anak-anak kita tumbuh dengan kesadaran menjaga alamnya sejak dini," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur WWF Program Papua Wika Rumbiak menjelaskan bahwa fungsi mobil panda ini dapat menjangkau lokasi yang sulit diakses. "Ini bukan sekadar kendaraan tetapi lebih kepada media untuk memfasilitasi edukasi dan kampanye, yang di dalamnya juga ada TV, perpustakaan dan permainan," katanya.
Dia menambahkan, untuk awal mobil panda ini akan menjangkau Distrik Sentani terlebih dahulu, dan jika memungkinkan maka nantinya akan meluas ke wilayah lainnya. "Hari ini kita pengenalan awal terlebih dahulu, nanti untuk peluncurannya akan dilakukan oleh Bupati Jayapura setelah kami berkoordinasi kembali, mungkin sekitar 13 Agustus," ujarnya.
Sementara itu, untuk membuka isolasi, pasar transit di Distrik Airu segera dibangun sebagai bagian dari strategi membuka wilayah terisolasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bupati Jayapura Yunus Wonda di Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat, mengatakan pasar tersebut akan dirancang sebagai tempat persinggahan utama kendaraan dari dan menuju Wamena, sehingga berpotensi meningkatkan ekonomi lokal.
"Pasar transit ini akan menjadi yang terbesar di wilayah perbatasan Jayapura dan Jayawijaya, setiap kendaraan dari Jayapura ke Wamena juga sebaliknya akan berhenti di sini, ini menjadi pusat kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat Airu," katanya.
Menurut Yunus, pembangunan pasar transit itu merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membuka isolasi wilayah pedalaman, dan menghubungkannya dengan jalur perdagangan utama di Tanah Papua, khususnya jalur logistik darat Sentani-Wamena.
"Dengan hadirnya pasar ini nanti, warga Airu tidak lagi hanya menjadi penonton pergerakan barang dan jasa yang selama ini melintas tanpa memberikan dampak ekonomi langsung bagi mereka," ujar dia. Tujuannya agar nantinya masyarakat dapat menjual hasil kebunnya, beternak dan membuka usaha kecil di sekitar lokasi pasar dan terminal transit itu, katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!