Gempa Bumi Kamchatka Jadi Peringatan bagi Negara-Negara Cincin Api Pasifik
📅 Jumat, 01 Agu 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Dengan masuk kawasan cincin api Asia Pasifik, Indonesia rawan gempa megathrust yang kekuatannya bisa mencapai Magnitudo 8,4. Karena negara kita dikelilingi oleh titik-titik rawan gempa yang letaknya sekitar 300 kilometer dari pesisir barat Sumatera, yang terus memanjang hingga 300 kilometer sisi selatan dari pesisir Jawa yang terus memanjang sampai sisi selatan Bali-Nusra,” kata Amien.
Dengan letak geografis seperti itu, gempa sekuat Magnitudo 6,5 sudah bisa menimbulkan tsunami berkecepatan 600 kilometer per jam. Dalam 20 menit sudah akan mencapai pesisir Jawa. Bahkan Jakarta juga ikut diterjang tsunami jika terjadi megathrust.
Gelombang tsunami akan berjalan melewati selat Sunda dan mencapai Jakarta. Tanda-tandanya gempa hebat, saat terjadi kita jatuh dan air laut surut tiba-tiba. Kalau ini terjadi langsung saja mencari tempat yang tinggi,” ungkapnya.
Pemerintah kata Amien harus memastikan edukasi dan kontigensi bencana untuk menekan jumlah korban seperti yang dilakukan Jepang.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dengan edukasi dan latihan yang benar dan cukup (sering) kita bisa meniru Jepang, saat diterkena tsunami raksasa korbannya sekitar 15 ribu jiwa, bandingkan dengan tsunami Aceh yang korbannya sampai ratusan ribu. Edukasi memang sudah ada, tapi harus lebih serius dan ditingkatkan frekuensinya,” terangnya.
Masyarakat Jepang karena tidak punya pilihan lain, mereka harus menghadapi gempa dan tsunami tersebut. “Untuk itu mereka mencatat, meneliti, mengembangkan sistem peringatan dini, mengembangkan bangunan tahan gempa, dan mensosialisasikan hasil penelitiannya. Sosialisasi dilakukan kepada semua masyarakat, yang dibarengi dengan gladi atau simulasi menghadapi gempa secara rutin dalam jangka waktu tertentu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!