Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sembako Jember Stabil, Gubernur Khofifah Pastikan Suplai BBM Normal

📅 Kamis, 31 Jul 2025, 14:35 WIB | Oleh:
Sembako Jember Stabil, Gubernur Khofifah Pastikan Suplai BBM Normal Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo
Ket. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, meninjau ketersediaan dan harga sembako di Pasar Tanjung, Jember, Kamis (31/7).

JEMBER – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Kamis (31/7), memastikan bahwa distribusi sembako di Jember tetap lancar dan harga stabil meski suplai bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah tersebut sempat terganggu akibat kendala pengiriman. 

Diberitakan sebelumnya, pasokan BBM ke Jember pada pada awal pekan ini terhambat karena pengiriman dari Depo Pertamina Tanjungwangi, Banyuwangi terhambat akibat mengularnya antrian kendaraan yang akan menyebrang Pulau Bali akibat cuaca buruk. Kendala distribusi BBM juga disebabkan karena akses jalan yang dari Banyuwangi ke Situbodo di jalur Gumitir dalam perbaikan total karena ambles. 

"Dari shortage (keterbatasan) ini, saya
ingin memastikan bahwa logistik terutama sembako aman, ini penting karena kebutuhan bagi masyarakat Jember," ujar Khofifah saat melakukan peninjauan di Pasar Tanjung, Jember. 

"Bagaimana sirkulasi logistik, terpengaruh atau tidak oleh BBM tetap harus dipantau. Bahan pokok rata-rata harganya normal, cabe rawit agak turun, bawang agak naik. Kebutuhan ada pada beras medium, di sini premium semua, jadi bagaimana beras medium bisa disuplai lebih lancar kontinuitasnya." 

Dia menjelaskan, suplai BBM telah mulai normal karena per hari Rabu Pertamina telah menambah pasokan dari kebutuhan normal Jember 900 kilo liter per hari menjadi 1.300 kilo liter per hari. 

"Jika dilihat dari kondisi SPBU, stok tersedia dan antrean juga sangat minimal. Artinya suplai ini bisa mengurai antrian dan memenuhi kebutuhan masyarakat Jember," ungkapnya. 

"Tambahan itu berasal dari depo Pertamina Semarang dan Jawa Tengah. Penambahan tidak bisa dilakukan begitu saja karena Pertamina sudah mempunyai sistem untuk memenuhi kebutuhan wilayah masing," tambahnya. 

Terkait suplai dari Depo BBM Tanjungwagi, Khofifah menginformasikan ganguan distribusi akibat gelombang tinggi di Selat Bali diharapkan segera berakhir sesuai masa peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Karena gelombang tinggi, menurut BMKG,  penyeberangan Ketapang - Gilimanuk PP (pulang pergi) diminta tidak dilakukan sampai Kamis ini. Mudah-mudahan sore ini kita mendapat lampu hijau dari BMKG, karena betapaun terurai, antrian panjang (di penyeberangan menjadi penting," jelasnya.

Dampak ke petani

Pada kesempatan itu, Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur, Arum Sabil, mengatakan kelangkaan BBM memang sempat membawa dampak pada kalangan petani di Jember dan sekitarnya. Namun dalam beberapa hari terakhir aktifitas petani yang terkait dengan transportasi telah pulih seiring penambahan pasokan dari Pertamina. 

"Misalnya traktor yang menggunakan BBM dan mobil angkutan yang untuk mengangkut hasil panen itu sedikit kesulitan."

"Tapi ini tidak lama, karena gubernur dan bupati Jember dengan gerak cepat, segera mengantisipasi sehingga bisa teratasi. Sekarang kita lihat sendiri sudah normal, dengan tambahan BBM dari Surabaya dan lainnya," ujarnya

Executive General Manager Regional Jatim Bali Nusa Tenggara, Aji Anom Purwasakti, menambahkan, suplai BBM di Jember telah normal seiring penambahan pasokan dari Jawa Tengah. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.