Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SPPG di NTT Setop Sementara, BGN Sampaikan Alasan Penghentian

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
SPPG di NTT Setop Sementara, BGN Sampaikan Alasan Penghentian Doc: Antara Foto
Ket. Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo saat mengunjungi secara langsung pelajar SMPN 8 Kupang yang dirawat di rumah sakit diduga mengonsumsi MBG, di Kupang, Rabu (23/7/2025).

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tindakan tegas tersebut diambil menyusul ada temuan makanan tidak layak dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“BGN telah mengambil langkah tegas dengan melakukan pemberhentian sementara operasional SPPG terkait, hingga proses investigasi dan pengecekan sampel MBG di laboratorium selesai,” kata Staf Khusus BGN Redy Hendra Gunawan di Jakarta, dikutip dari keterangan yang diterima, Selasa.

BGN telah melibatkan sejumlah lembaga independen, dinas kesehatan, dan dinas pendidikan setempat untuk menelusuri penyebab insiden sekaligus terus memonitor kondisi siswa terdampak secara berkala.

“Kami mewakili Badan Gizi Nasional menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada siswa, orang tua, pihak sekolah, dan seluruh pihak yang terdampak akibat insiden tersebut serta temuan makanan kurang layak pada Program MBG,” ujarnya.

Redy menegaskan BGN tidak menoleransi kelalaian dalam pengadaan dan distribusi MBG yang dapat berpotensi bahaya bagi kesehatan penerima manfaat.

“Keamanan serta keselamatan seluruh penerima manfaat adalah prioritas kami,” ujar Redy.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk penanganan insiden di lokasi agar berjalan dengan cepat dan tepat. Redy menegaskan insiden ini menjadi catatan perbaikan untuk ke depannya.

Beberapa perbaikan, meliputi proses seleksi dan evaluasi mitra penyedia makanan secara berkala, meningkatkan standar higienitas, rantai pasok, pengawasan mutu pangan, serta melakukan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang sedang dilakukan berbasis best practice dan rekomendasi ahli.

Badan Gizi Nasional berkomitmen untuk memastikan Program MBG berjalan sesuai dengan standar keamanan pangan serta memberikan manfaat maksimal tanpa risiko kesehatan.

"Kami yakin, dengan perhatian seluruh pihak, program ini dapat berjalan dengan baik," pungkas dia.

Sebelumnya pada Selasa (23/7) lalu, ratusan anak sekolah SMP Negeri 8 Kota Kupang mengalami muntah-muntah, nyeri perut yang hebat dan lemas.

Mereka diduga kesakitan usai mengkonsumsi MBG di sekolahnya pada Senin (22/7) pagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.