Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komnas HAM Papua: Media Massa Bisa Mendorong PSU Pilkada Ramah HAM

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 23:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komnas HAM Papua: Media Massa Bisa Mendorong PSU Pilkada Ramah HAM Doc: ANTARA
Ket. Suasana diskusi PSU Damai dan Ramah HAM antara Komnas HAM RI Perwakilan Papua bersama wartawan di Jayapura, Selasa (29/72025).

JAYAPURA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Perwakilan Papua menilai media massa bisa mendorong pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) pilkada di daerah itu berjalan damai dan juga ramah HAM.

Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, dalam diskusi PSU Damai dan Ramah HAM bersama wartawan di Jayapura, Selasa (29/7), menilai pemenuhan hak untuk ikut serta dalam pemerintahan dan partai politik sebagaimana perintah Undang-Undang (UU) Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, representasinya hanya bisa diwakili oleh wartawan.

"Sehingga kami mengundang rekan-rekan wartawan untuk merespon temuan Komnas HAM saat pelaksanaan pemilu umum (Pemilu), baik legislatif maupun kepala daerah sejak 2024," katanya.

Menurut Ramandey, apa yang disampaikan oleh seorang jurnalis sebenarnya sudah mewakili keresahan publik dan dalam perspektif HAM karena media massa merupakan representasi dalam dalam upaya pemajuan, promosi dan penegakan HAM.

"Sehingga relevansi dengan PSU ialah bagaimana rekan-rekan wartawan bisa mendorong PSU Pilkada Papua yang damai dan ramah HAM," ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, dia juga menilai hingga kini Bawaslu Papua terkesan terlambat dalam merespon berbagai temuan, begitu juga Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat terkesan tertutup dalam mempublikasikan kesiapan dalam menyelenggarakan PSU.

"Kesiapan bukan soal logistik, tetapi kesiapan dari semua tingkatan sehingga kami berharap KPU dan Bawaslu harus terbuka karena sebagai lembaga publik," katanya.

Dia berharap dalam menjelang PSU Pilkada Papua ini agar media mainstream harus lebih kuat dari media yang tidak kredibel untuk meyakinkan publik dalam setiap informasi yang beredar di masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
Negara G7 Mengutuk Serangan...
Luar Negeri
Korsel Desak Penghentian Pr...
Luar Negeri
California Umumkan Darurat ...
Luar Negeri
Topan Dujuan Terjang Wilaya...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.