Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Taiwan Gelar Pemilu Ulang dengan Taruhan Tinggi

📅 Sabtu, 26 Jul 2025, 11:16 WIB | Oleh:

"Cara penarikan kembali ini dilakukan mungkin merupakan salah satu bahasa yang paling memecah belah yang digunakan terhadap kedua kubu yang pernah saya lihat," ujar Nachman, seorang ilmuwan politik dan pengamat lama Taiwan, kepada AFP.

Tiongkok Tampak Besar 

Dalam beberapa bulan terakhir, ketua KMT Eric Chu membandingkan pemerintahan Lai dengan rezim Nazi Hitler, sementara Lai berbicara tentang "menghilangkan ketidakmurnian" untuk mempertahankan kedaulatan Taiwan.

Beijing tampak sangat berperan dalam pemungutan suara penarikan kembali tersebut. Taipei memperingatkan adanya "bukti nyata" bahwa Tiongkok mencoba mencampuri proses tersebut.

Hubungan KMT dengan Beijing dan seringnya kunjungan para anggota parlemennya ke Tiongkok telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan kritikus atas pengaruh Tiongkok terhadap partai tersebut.

Namun KMT menolak tuduhan bahwa mereka bergantung pada Beijing. 

Tiongkok Komunis tidak pernah memerintah Taiwan, tetapi Beijing mengklaim pulau itu adalah bagian wilayahnya dan mengancam akan menggunakan kekuatan untuk menguasainya. 

Agar seorang anggota parlemen KMT kehilangan kursinya, jumlah suara yang mendukung penarikan mereka harus melebihi jumlah yang menentang dan juga lebih dari 25 persen dari jumlah total pemilih terdaftar di daerah pemilihan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

44 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...
Ekonomi
XL Dinobatkan Sebagai Best ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.