Penurunan Tarif Impor AS Jadi Peluang Bagi Industri Pengolahan Batam
Jumat, 25 Jul 2025, 14:07 WIBBATAM - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam Rafki Rasyid menilai penurunan tarif impor dari Amerika Serikat (AS) untuk produk Indonesia dari 32 menjadi 19 persen merupakan peluang yang dapat menguntungkan industri pengolahan di Batam.
âPenurunan tarif itu cukup signifikan dan akan menguntungkan Batam yang dunia usahanya sangat berorientasi ekspor, terutama ke pasar AS. Sektor yang paling berpeluang memanfaatkan penurunan tarif ini adalah sektor elektronik dan mesin, sebagai sektor andalan Batam,â kata Rafki saat dihubungi di Batam, Kepulauan Riau, Jumat (25/7).
Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan tarif impor dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang tetap lebih tinggi, maka produk asal Indonesia memiliki daya saing yang lebih baik di pasar AS.
Menurutnya, situasi ini dapat dimanfaatkan sebagai magnet baru bagi investasi, terutama di kawasan industri Batam.
âKami berpotensi menarik relokasi investasi dari negara tetangga. Tinggal bagaimana BP (Badan Pengusahaan) Batam bisa menyambut peluang ini dengan langkah strategis dan konkret,â ujarnya.
Rafki menyebutkan sektor industri yang paling diuntungkan dari penurunan tarif ini adalah elektronik dan mesin-mesin, dua sektor unggulan ekspor Batam yang telah lama menembus pasar global.
Dengan tarif 19 persen, produk dari Batam dinilai tetap kompetitif dibandingkan produk serupa dari negara pesaing.
Namun, ia mengingatkan bahwa tarif 19 persen sejatinya tetap merupakan beban tambahan bagi eksportir Indonesia, mengingat sebelumnya tarif untuk sejumlah produk adalah 0 persen.
âIni bukan murni peluang, tapi lebih kepada kerugian yang lebih ringan dibanding negara lain. Karena itu, kita tak bisa hanya bergantung pada tarif rendah,â ujarnya lagi.
Rafki menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk agar tetap diminati pasar global.
Ia juga menyebut tantangan utama di AS bukan hanya soal tarif, tapi juga selera konsumen, persaingan dari negara lain, dan bahkan produk domestik AS sendiri.
âPengusaha Batam tetap harus menjaga konsistensi kualitas produk, agar bisa bersaing. Ini momentum untuk memperbaiki strategi ekspor dan memperkuat posisi industri Batam sebagai pemain global,â kata dia pula.
- Apindo
- Kebijakan Tarif AS
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Daya Beli Masyarakat Melemah, Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Jakarta Turun 10 Persen
-
Presiden AS Donald Trump Kaji Skema Kepemilikan Saham OpenAI untuk Publik
-
Desa Les di Bali Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan
-
Aparat Gabungan TNI Bersama RSUD Mulia dan PMI Kab Puncak Jaya Evakuasi Pengungsi Korban Penembakan KKB di Distrik Sinak
-
Pemprov Kepri Tambah Kuota Penerima Beasiswa untuk Pendidikan Tinggi di 2026
-
Pemerintah Diminta Percepat Diplomasi agar Tarif AS Beri Kepastian bagi Industri RI
-
Wali Kota Semarang: Aturan Pencairan Bantuan Operasional RT Lebih Fleksibel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.