Desa Les di Bali Kembangkan Wisata Berbasis Masyarakat dan Pelestarian Lingkungan
Senin, 15 Jun 2026, 16:50 WIBJAKARTAÂ - Desa Les di Kabupaten Buleleng, Bali Utara, menjadi contoh pengembangan desa wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Pengembangan tersebut memadukan pemberdayaan ekonomi warga dengan pelestarian lingkungan serta budaya lokal yang tetap terjaga.
Melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA) pada 2024, Desa Les mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki. Potensi terdiri dari kawasan pesisir, pertanian, hingga wisata alam berbasis masyarakat dan telah menjangkau lebih dari 800 warga.
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengatakan pembangunan desa perlu dilakukan secara seimbang antara pertumbuhan ekonomi serta pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan budaya masyarakat.
"Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya pembangunan desa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi. Tetapi juga menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, dan identitas budaya yang dimiliki masyarakat," ujar Boy, Senin (15/6).
Desa Les memiliki bentang alam yang beragam, mulai dari perbukitan, lahan pertanian, hingga kawasan pesisir. Lahan tersebut menjadi sumber penghidupan masyarakat melalui sektor perikanan dan produksi garam tradisional.
Potensi tersebut kemudian dikembangkan menjadi berbagai aktivitas wisata, seperti wisata pantai, air terjun, hingga kegiatan berbasis komunitas. Dalam bidang kesehatan, masyarakat bersama kader kesehatan menjalankan sejumlah program untuk mendukung kesehatan ibu dan anak, termasuk layanan Posyandu, edukasi kehamilan, serta pemberian makanan tambahan bagi anak yang mengalami stunting dan gizi buruk.
Sementara di sektor pendidikan, program difokuskan pada peningkatan kapasitas generasi muda melalui pelatihan bahasa Inggris dan pembekalan kepariwisataan.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung lahirnya pemandu wisata lokal yang mampu melayani wisatawan mancanegara. Selain itu, pelestarian lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan desa.
Warga terlibat dalam kegiatan konservasi dan transplantasi terumbu karang. Serta, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, serta produksi pupuk kompos dari sampah organik rumah tangga.
Melalui program pengelolaan sampah, masyarakat didorong melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik diolah menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk kebun dan dipasarkan untuk menambah nilai ekonomi masyarakat.
Di sektor usaha, masyarakat Desa Les tetap mempertahankan tradisi pembuatan garam secara turun-temurun. Produksi garam tradisional tersebut menjadi salah satu produk unggulan desa yang dipasarkan melalui BUMDes Giri Segara.
Pengembangan potensi lokal tersebut turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program DSA mencatat peningkatan pendapatan warga hingga 25 persen, membuka lapangan pekerjaan baru, serta memperluas pasar produk-produk lokal.
Atas berbagai upaya pengembangan desa tersebut. Desa Les meraih penghargaan Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata.
Penghargaan itu menjadi salah satu indikator keberhasilan pengembangan desa wisata yang mengedepankan keseimbangan. Tentunya, keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. ils/I-1
- Kabupaten Buleleng
- Wujudkan Desa Wisata Berkelanjutan
- Desa Wisata
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Pembenahan Layanan dan Digitalisasi Dongkrak Kepercayaan Penumpang KAI
-
Aceh Tengah Diproyeksikan Kemenkraf Jadi Kabupaten Percontohan Ekraf
-
Perkuat Konektivitas Wilayah, Bogor Dukung Percepatan Pembangunan Tol Desari hingga Salabenda
-
Pelaku UMKM Sumsel Didorong Tngkatkan Daya Saing
-
Kabar Terbaru! Spanyol Sebut Hampir Semua Imigran yang Masuki Ceuta Pulang ke Maroko
-
Dukung Iklim Investasi dan Pariwisata, Imigrasi Maluku Perkuat Pengawasan
-
Menjelang Maybank Marathon 2026, Pelari Diingatkan Pentingnya Tapering dan Pemulihan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.