Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Parimo Salurkan Seragam Sekolah Gratis untuk Siswa SD dan SMP

📅 Kamis, 24 Jul 2025, 17:18 WIB | Oleh:
Pemkab Parimo Salurkan Seragam Sekolah Gratis untuk Siswa SD dan SMP Doc: ANTARA/Moh Ridwan
Ket. Bupati Parigi Moutong Erwin Burase memakaikan seragam sekolah berupa baju, celana/rok, dasi, dan topi kepada murid baru jenjang pendidikan SD pada peluncuran program seragam sekolah gratis di Parigi, Kamis (24/7).

PARIGI, SULTENG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyalurkan seragam sekolah gratis untuk 15.440 siswa jenjang pendidikan SD dan SMP sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah itu.

"Seragam sekolah gratis untuk tahun ajaran 2025-2026 merupakan bagian dari program 100 hari kerja kami untuk membantu meringankan beban masyarakat," kata Bupati Parigi Moutong Erwin Burase pada peluncuran seragam sekolah gratis di Parigi, Kamis (24/7).

Ia menjelaskan, sesuai slogan dalam program ini, yakni "satu seragam untuk sejuta mimpi anak Parigi Moutong", sebagai implementasi janji politik dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pada aspek pendidikan.

Pendidikan merupakan salah satu sektor prioritas yang digenjot Pemkab Parigi Moutong. Melalui program itu pemkab ingin mematikan bahwa setiap anak usia sekolah di daerah ini berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang layak, nyaman, dan penuh semangat.

"Tahap awal kami menyalurkan sekitar 3 ribu seragam sekolah untuk siswa yang tersebar di 23 kecamatan di Parigi Moutong, sedangkan sisanya masih dalam proses pengiriman ke daerah," ujarnya.

Ia mengemukakan target distribusi seragam sekolah gratis untuk murid baru SD dan SMP paling lambat selesai pertengahan Agustus 2025.

Adapun seragam sekolah gratis terdiri dari baju putih, rok/celana merah untuk siswa/siswi SDN dan rok/celana biru untuk siswa/siswi SMP, sudah termasuk dasi dan topi.

"Satu seragam sejuta mimpi anak bukan hanya sekadar slogan, tetapi juga cerminan harapan dari setiap anak di daerah ini untuk bisa mengenyam pendidikan formal," ujarnya.

Ia menuturkan, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak dan menjadi tanggung jawab pemerintah menjamin mereka memperoleh pendidikan formal yang layak.

"Jangan ada lagi anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan formal, hanya karena keterbatasan ekonomi, pemerintah hadir untuk menjamin semua itu," ucap Erwin.

Pada kesempatan itu, ia juga menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat agar terus menggenjot peningkatan kualitas pendidikan.

Menurut dia, saat ini rata-rata lama sekolah di Parigi Moutong masih sekitar 8,2 tahun, angka ini masih jauh dari standar wajib belajar 13 tahun. Untuk mencapai tujuan itu dibutuhkan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat pendidikan di daerah.

"Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dilihat dari tiga faktor yakni pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak. Untuk menunjang sektor pendidikan, ke depan kami juga menyiapkan sepatu dan alat tulis gratis kepada siswa," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.