Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenperin: SDM Kompeten Topang Kebangkitan Industri TPT Nasional

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 09:56 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kemenperin: SDM Kompeten Topang Kebangkitan Industri TPT Nasional Doc: Kemenperin
Ket. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan salah satu sektor prioritas dalam peta jalan pembangunan industri nasional

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk membangkitkan kembali kinerja industri tekstil dan produk tekstil (TPT) agar semakin berkontribusi signfikan bagi perekonomian nasional. Meskipun mengalami banyak tantangan, termasuk ketidakpastian ekonomi global, capaian ekspor dari industri TPT pada periode Januari hingga April 2025 menembus 3,38 miliar dollar AS atau meningkat 3,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Industri TPT merupakan salah satu sektor prioritas dalam peta jalan pembangunan industri nasional. Sektor ini juga menjadi kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini terlihat dari kinerja pada triwulan I tahun 2025, sektor industri TPT mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,64 persen,"kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (22/7).

Menperin menegaskan, Kemenperin terus mendukung penguatan sektor industri TPT melalui berbagai program strategis, salah satunya transformasi menuju industri 4.0 dengan pemanfaatan teknologi digital. Strategi ini tidak hanya diterapkan di sektor industri, tetapi juga pada unit pendidikan vokasi binaan Kemenperin.

"Transformasi ini sangat penting guna melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan adaptif terhadap kemajuan teknologi modern sehingga dapat bersaing di dunia industri, baik nasional maupun internasional, ujar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Masrokhan.

Untuk menopang kebutuhan industri TPT terhadap tenaga kerja yang kompeten dengan jumlah besar, salah satu unit pendidikan vokasi Kemenperin, yakni Politeknik STTT Bandung berperan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. "Kami fokus untuk menyelenggarakan pendidikan vokasi industri dengan berbagai spesialisasi, di antaranya menghasilkan SDM industri TPT yang terampil,"tutur Masrokhan.

Pada Senin (21/7), Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja di Politeknik STTT Bandung, sekaligus memberikan apresiasi kepada BPSDMI Kemenperin yang telah berhasil mencetak SDM industri unggul melalui jalur pendidikan vokasi. Sebab, ketersediaan SDM yang kompeten merupakan faktor penting dalam menopang kinerja industri nasional.

Politeknik STTT Bandung sebagai salah satu dari 13 pendidikan tinggi vokasi Kemenperin, juga merupakan perguruan tinggi tertua yang didirikan sejak tahun 1922 atau telah berusia 103 tahun. Politeknik STTT Bandung dikembangkan dengan spesialisasi di bidang tekstil dan produk tekstil, yang meliputi tiga program studi Diploma IV, yaitu Program Studi Teknik Tekstil, Program Studi Kimia Tekstil, dan Program Studi Produksi Garmen.

“Politeknik STTT Bandung memiliki peran yang vital, tidak hanya mendidik tenaga kerja industri yang kompeten, tetapi juga berkontribusi dalam riset terapan, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta penguatan ekosistem industri tekstil nasional,"jelas Masrokhan.

Menurutnya, melalui pendekatan Teaching Factory, implementasi pendidikan dual system, serta program pendidikan yang mengintegrasikan teknologi, sustainability, dan kewirausahaan, Politeknik STTT Bandung menjadi pilar penting dalam menyiapkan SDM tekstil yang tidak hanya mampu bekerja di industri, tapi juga siap menciptakan lapangan kerja baru di era transformasi industri 4.0 dan green industry.

Politeknik STTT Bandung telah menunjukkan konsistensinya dalam menjaga kualitas pendidikan dengan mempertahankan akreditasi institusi pada peringkat A atau Unggul. Selain itu, melalui konsep penta helix dalam pengelolaan pendidikan, Politeknik STTT Bandung juga mampu berkontribusi lebih banyak dalam penguatan industri TPT serta memberdayakan masyarakat melalui pengembangan komunitas dan penguatan IKM Tekstil.

Lulusan Terserap

Pada kunjungan kerjanya, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengungkapkan kekagumannya terhadap Politeknik STTT Bandung yang telah memiliki banyak alumni dan semua lulusannya diserap 100 persen oleh dunia kerja dalam waktu kurang dari enam bulan sejak diwisuda, bahkan banyak di antaranya yang telah dipesan oleh industri sebelum diwisuda.

"Kami mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian agar kebutuhan yang disampaikan, seperti peralatan dan sarana prasarana lainnya yang menunjang pembelajaran bisa dipenuhi oleh pemerintah sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas dan produksi tekstil nasional guna bersaing dengan produk impor," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Mulai 8 Juni PT KAI akan Uj...
Nasional
Mensesneg: Istana Pastikan ...
Olahraga
Langkah Raymond dan Joaquin...
Daerah
Kampanye Hidup Sehat bagi M...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.