Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kekeringan Landa Wilayah Cilacap, Jateng, Warga Alami Krisis Air Bersih

📅 Selasa, 22 Jul 2025, 13:10 WIB | Oleh:
Kekeringan Landa Wilayah Cilacap, Jateng, Warga Alami Krisis Air Bersih Doc: antara foto
Ket. Bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Cilacap.

CILACAP - Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Budi Setyawan mengungkapkan sejumlah wilayah di Cilacap mulai terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih.

“Kondisi tersebut diketahui dengan mulai masuknya surat permohonan penyaluran bantuan air bersih dari pemerintah desa yang terdampak kekeringan kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui BPBD," katanya di Cilacap, Selasa (22/7).

Ia mengatakan surat permohonan bantuan air bersih yang pertama diterima BPBD Kabupaten Cilacap dari Pemerintah Desa Bojong di Kecamatan Kawunganten.

Menurut dia, Desa Bojong merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Cilacap yang rutin terdampak kekeringan setiap musim kemarau, dan dalam beberapa tahun terakhir menjadi yang pertama mengajukan permohonan bantuan.

“Selain Desa Bojong, kami juga mendapatkan informasi jika warga Desa Karangkemiri di Kecamatan Jeruklegi juga telah terdampak kekeringan, sehingga pemerintah desa setempat berencana mengajukan surat permohonan bantuan air bersih,” katanya.

Disinggung mengenai rencana penyaluran bantuan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan, dia mengatakan hal itu akan mulai dilakukan pada pekan depan, sembari menunggu data dan perkembangan wilayah lainnya.

Dalam hal ini pihaknya juga melakukan survei terkait dengan titik distribusi bantuan air bersih dan melakukan kaji cepat untuk mengetahui sejauh mana wilayah yang terdampak kekeringan.

“Hal itu kami lakukan untuk mengetahui apakah sama dengan tahun lalu atau ada perubahan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan BPBD telah mengalokasikan bantuan air bersih sebanyak 800 tangki yang bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap tahun 2025.

Sementara pada musim kemarau tahun 2024, kata dia, realisasi penyaluran bantuan air bersih yang bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap mencapai kisaran 760 tangki.

"Mudah-mudahan alokasi bantuan air bersih sebanyak 800 tangki itu mencukupi kebutuhan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya dari PMI maupun pihak ketiga juga menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang membutuhkan," katanya.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2025 bersifat "kemarau basah" dengan durasi yang lebih pendek.

Selain itu, BMKG memprediksi seluruh wilayah Kabupaten Cilacap telah memasuki musim kemarau pada akhir Juli dan akan berlangsung hingga September dengan puncaknya pada bulan Agustus.

Kendati demikian, dia mengatakan BPBD Kabupaten Cilacap tetap bersiaga untuk menghadapi potensi kekeringan di wilayah rawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.