Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

TNI AL dan Pima Bantu Nelayan Dapat Ikan Tanpa Berlayar

📅 Senin, 21 Jul 2025, 19:59 WIB | Oleh:
TNI AL dan Pima Bantu Nelayan Dapat Ikan Tanpa Berlayar Doc: ANTARA/Walda Marison
Ket. Asisten Potensi Maritim Pangkoarmada RI Laksamana Pertama TNI Budi Mulyadi di kampung nelayan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (21/7).

JAKARTA - TNI AL melalui Koarmada RI menggandeng Perkumpulan Insan Maritim Andalan (Pima) membantu nelayan Muara Angke mendapatkan ikan tanpa harus berlayar dengan metode bioflok.

Menurut Asisten Potensi Maritim Pangkoarmada RI Laksamana Pertama TNI Budi Mulyadi, metode itu sengaja diperkenalkan ke nelayan agar mereka tetap mendapatkan ikan segar walau tidak bisa berlayar karena kendala cuaca ataupun kapal yang rusak.

Budi saat ditemui di Muara Karang, Jakarta Utara, Senin (21/7),  mengatakan, penerapan metode bioflok tergolong mudah.

Bioflok sendiri merupakan teknik budi daya ikan dengan menggunakan kolam buatan yang dapat dilakukan di tempat-tempat tertentu.

"Kolam budidaya itu kan memerlukan tempat. Kolamnya itu bisa dipasang dimana saja dan pembuatannya pun sangat mudah," kata Budi.

Setelah kolam dibuat, nelayan tinggal menempatkan bibit ikan dan air dengan metode khusus agar dapat berkembang biak dengan cepat.

Ikan yang dapat dikembangbiakkan di kolam bioflok, kata Budi, merupakan jenis air tawar, salah satunya lele dan ikan nila.

Nantinya, pihak TNI AL beserta Kementerian KKP akan mengedukasi masyarakat tentang teknik pengembangbiakan ikan menggunakan metode bioflok.

Walaupun hasil ikan tidak akan sebanyak ketika berlayar, Budi yakin teknik ini tetap bisa menunjang kebutuhan ekonomi para nelayan yang sedang terkendala berlayar.

Di saat yang sama, Sekretaris Jenderal PIMA Agus Arifin mengatakan saat ini pihaknya bersama TNI AL telah membudidayakan empat kolam bioflok percontohan di kawasan Muara Angke.

Nantinya, pihaknya akan berupaya memfasilitasi seluruh warga yang ingin menerapkan metode kembang biak bioflok.

"Kita pasti mencarikan lahan, tempat, untuk bisa kita wujudkan apa yang menjadi program kerja dari TNI dengan KKP juga," kata Agus.

Tidak hanya kolam, pihaknya juga akan membantu memberikan pendampingan terhadap masyarakat tentang tata cara menggunakan metode bioflok.

Agus berharap kerja sama ini dapat menjadi langkah baru untuk mewujudkan kesejahteraan terhadap para nelayan Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.