Pemprov Kaltim Dorong Peningkatan SDM Petani
Senin, 21 Jul 2025, 03:09 WIBSAMARINDA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) para petani di daerah itu dalam upaya mewujudkan target kemandirian pangan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendukung program pemerintah dan Kaltim sendiri merupakan daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
âKaltim memiliki program Gratispol yang bisa digunakan untuk peningkatan sumber daya manusia di sektor pertanian,â kata Wakil Gubernur Provinsi Kaltim Seno Aji di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, beberapa hari lalu.
Ia menjelaskan peningkatan SDM petani di daerah bisa dilaksanakan dengan beragam program penyuluhan, memberikan pelatihan metode pertanian modern, serta membuka wawasan ilmu bertani melalui media sosial.
Menurut dia, swasembada pangan telah menjadi perhatian Pemprov Kaltim mengingat hingga saat ini kebutuhan bahan pokok khususnya beras masih mengandalkan pengiriman dari daerah lain.
Ia menilai penguatan kualitas SDM petani bisa menjadi senjata ampuh mengawal pengembangan swasembada pangan di daerah.
Selain penguatan SDM, Wagub Seno mengungkapkan bahwa pemerintah juga berupaya membangun minat generasi muda untuk menggeluti bidang pertanian dan peternakan. âKami sangat mendambakan anak-anak Kaltim kembali kepada pertanian dan peternakan, supaya SDM pertahanan pangan kita semakin kuat dan terus ada regenerasi,â katanya.
Pelaksanaan program peningkatan SDM tersebut, katanya, hendaknya juga menggandeng pemerintah pusat melalui berbagai lembaga atau yayasan di pusat untuk berperan serta mendukung pengembangan SDM pertanian dan peternakan di Kaltim. âPresiden Prabowo sangat gigih ingin Indonesia swasembada pangan. Makanya, sesuai harapan Presiden, dengan SDM berkualitas, semoga tahun depan generasi muda Kaltim turut memberikan andil besar mewujudkan swasembada pangan, terutama beras,â katanya.
Pemprov Kaltim juga telah memberikan bantuan kepada berbagai pihak untuk mewujudkan program dimaksud, mulai bantuan pupuk, alsintan, traktor pertanian dan pelatihan di sekolah kejuruan.
Sebelumnya, PT REA Kaltim Plantations juga memberdayakan lebih dari 600 petani swadaya di Kutai,untuk memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan memenuhi ketentuan Regulasi Deforestasi Uni Eropa (EUDR).
Pemberdayaan itu turut menggandeng Koltiva, perusahaan agritech asal Swiss-Indonesia, untuk memberikan dukungan teknis dalam pemetaan poligon lahan, evaluasi kebun, serta penerapan platform penelusuran KoltiTrace. âInklusi petani swadaya adalah kunci menuju pembangunan berkelanjutan,â ujar Group Chief Sustainability Officer REA Bremen Yong dalam keterangan tertulis yang dikutip di Jakarta, Kamis.
Platform KoltiTrace milik Koltiva digunakan untuk memetakan dan memverifikasi poligon lahan pertanian di 10 koperasi di Kalimantan Timur, sebagai bagian dari dukungan terhadap program Shines (Smallholder Inclusion for Ethical Sourcing). Program ini bertujuan untuk melindungi hingga 10.000 hektare kawasan hutan serta mendukung 6 desa sasaran melalui inisiatif keanekaragaman hayati dan penghidupan.
Petani swadaya juga akan memperoleh insentif pasar, pelatihan digital, dan dukungan pembayaran sebagian guna memenuhi regulasi Uni Eropa serta mengamankan akses pasar jangka panjang.
Adapun koperasi petani swadaya itu di antaranya Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera, Gotong-Royong, Tunas Harapan, Bina Wana Sejahtera, dan Karya Penoon di Kutai Kartanegara. Mereka menerima pelatihan, dukungan teknis, serta insentif pasar bagi mereka yang memenuhi ketentuan EUDR dan standar industri. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji untuk Penuhi Masyarakat Sumbar Jelang Lebaran
-
Daftar Lengkap Kantong Parkir Car Free Night Malam Takbiran: Dari Monas hingga Wisma Mandiri
-
Iran Tegaskan Tak Pernah Minta Gencatan Senjata
-
Panglima TNI Anugerahkan KPLB kepada Prajurit Juara Hafalan 30 Juz Al-Qur’an
-
Otorita Buka Ruang Keterlibatan Profesional Bangun IKN
-
Gibran Bisa Mulai Ngantor di IKN Tahun 2026
-
Cegah Campak, Dinkes Lebak Gencarkan Imunisasi dan Pola Hidup Bersih.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.