Inggris Bersiap Ikuti Wales Cabut Dukungan untuk Pencalonan Kembali Gianni Infantino
Selasa, 04 Agu 2026, 00:12 WIBLONDON â Tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino terus meningkat. Setelah Football Association of Wales secara resmi mencabut dukungannya, The Football Association (Asosiasi Sepak Bola Inggris) dikabarkan akan mengambil langkah serupa dengan menarik dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino sebagai Presiden FIFA untuk periode 2027-2031.
Menurut sumber yang mengetahui persoalan tersebut, keputusan Asosiasi Sepak Bola Inggris menjadi sinyal semakin besarnya penolakan terhadap kepemimpinan Infantino setelah gagalnya rencana FIFA menjual sekitar 20 persen saham entitas baru yang akan mengelola berbagai kompetisi, termasuk Piala Dunia.
Proposal tersebut ditujukan untuk menarik investasi swasta hingga 4,2 miliar dolar AS. Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan pada Jumat lalu setelah mendapat penolakan keras dari berbagai pemangku kepentingan di dunia sepak bola.
Dengan batalnya proyek tersebut, perhatian kini beralih kepada masa depan politik Infantino. Upayanya untuk memperoleh masa jabatan keempat sebagai Presiden FIFA dinilai menghadapi tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan sebelumnya.
Wales menjadi asosiasi sepak bola nasional pertama yang secara resmi menyatakan tidak lagi mendukung pencalonan Infantino.
Dalam pernyataan resminya, Federasi Sepak Bola Wales menegaskan bahwa berbagai persoalan tata kelola menjadi alasan utama perubahan sikap tersebut.
"Federasi Sepak Bola Wales dengan ini mengonfirmasi pencabutan dukungannya terhadap pencalonan kembali Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA untuk periode 2027-2031."
Federasi tersebut menilai kegagalan dalam aspek tata kelola, proses pengambilan keputusan, kepemimpinan, nilai-nilai organisasi, komunikasi, hubungan dengan pemangku kepentingan, serta pertimbangan strategis telah menghilangkan kepercayaan mereka terhadap Infantino.
"Kegagalan menempatkan kepentingan terbaik sepak bola sebagai prioritas adalah sesuatu yang tidak dapat kami terima."
Tekanan terhadap Infantino semakin besar setelah UEFA dan CONCACAF pada hari Sabtu lalu menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap kepemimpinannya.
UEFA sebelumnya menjadi pihak yang paling vokal menentang rencana penjualan saham FIFA tersebut dan menyambut keputusan pembatalannya. Meski demikian, badan sepak bola Eropa itu belum mengonfirmasi laporan bahwa mereka akan menempuh jalur hukum terhadap FIFA.
Sebagai langkah awal, UEFA telah mengirimkan document preservation order, yakni perintah untuk menjaga seluruh dokumen, surat elektronik, serta data yang berkaitan dengan kasus tersebut agar tidak dimusnahkan selama kemungkinan proses investigasi berlangsung.
Pada bulan April lalu, Infantino menyatakan niatnya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA.
Sejak menggantikan Sepp Blatter pada 2016, pria asal Swiss itu selalu terpilih tanpa lawan dalam dua pemilihan berikutnya.
Namun, situasi kini berubah. Sejumlah pengamat menilai kegagalan proposal investasi swasta tersebut telah membuka ketidakpuasan yang selama ini tersimpan di kalangan anggota FIFA. Kondisi itu berpotensi mempersulit langkah Infantino menjelang Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung di Maroko pada Maret tahun depan.
Meski masih memiliki peluang untuk mempertahankan jabatannya, gelombang penolakan dari sejumlah federasi besar menunjukkan bahwa posisi Infantino kini menghadapi tantangan politik paling serius sejak memimpin FIFA hampir satu dekade lalu.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Harga BBM Pertamax Diperkirakan Turun Bulan Juli, Merespons Turunnya Harga Minyak Dunia
-
Kartu Kredit Edisi Resmi FIFA World Cup 2026 Hadir untuk Penggemar Sepak Bola Indonesia
-
Pemkot Bandung Tegaskan Faskes Dilarang Tolak Warga yang Membutuhkan Perawatan
-
Pelajar dari Kukar dan Bontang Lolos Jadi Anggota Paskibraka Nasional
-
Pasutri Pelaku Pencurian Motor di Duren Sawit Ditangkap di Cipinang Indah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.