Sabalenka Mengejar Kebangkitan di Toronto

Selasa, 04 Agu 2026, 01:30 WIB

TORONTO - Petenis Belarusia Aryna Sabalenka memulai rangkaian turnamen lapangan keras Amerika Utara dengan mengusung dua target besar sekaligus. Selain mengembalikan kepercayaan diri setelah hasil mengecewakan di Wimbledon, Sabalenka juga harus mempertahankan statusnya sebagai nomor satu dunia saat tampil dalam turnamen WTA 1000 Toronto Open.

Toronto Open yang berlangsung 3-14 Agustus itu menjadi titik awal persiapan Sabalenka menuju US Open, ajang yang akan mempertemukannya dengan tantangan mempertahankan gelar juara. Meski gagal bersinar di lapangan tanah liat dan rumput, performanya di lapangan keras sepanjang musim ini tetap menjadi modal utama. Dari 24 pertandingan di permukaan tersebut, Sabalenka hanya sekali menelan kekalahan, yakni saat dikalahkan Elena Rybakina di final Australia Open.

Ket. Foto: Aryna Sabalenka — Sumber: AFP/Kirill KUDRYAVTSEV

Namun, memasuki musim Eropa performanya menurun. Dia tersingkir pada perempat final Roland Garros sebelum langkahnya kembali terhenti pada babak 16 besar Wimbledon setelah dikalahkan Naomi Osaka. Hasil itu membuat posisinya di puncak peringkat dunia mulai mendapat ancaman.

Toronto pun menjadi panggung penting. Jika Sabalenka gagal menembus babak 16 besar, Rybakina berpeluang merebut posisi nomor satu dunia asalkan mampu mengangkat trofi juara.

Catatan Sabalenka di Kanada juga belum terlalu istimewa. Prestasi terbaiknya hanyalah mencapai semifinal sejak turnamen bergantian digelar di Toronto dan Montreal. Meski demikian, petenis berusia 27 tahun itu datang dengan semangat baru setelah mengambil waktu beristirahat seusai Wimbledon.

“Musim tanah liat dan rumput sebenarnya tidak terlalu buruk. Saya mencoba beberapa hal, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Sekarang kami kembali ke dasar permainan dan saya berharap semuanya berjalan lebih baik,” ujar Sabalenka.

Kekalahan di Wimbledon sempat membuatnya mengaku ingin melupakan tenis sejenak. Keinginan itu diwujudkan dengan berlibur selama beberapa hari di Pulau Mykonos, Yunani. Liburan singkat tersebut diyakininya mampu mengembalikan energi sebelum memasuki periode paling penting dalam kalender WTA.

“Saya memang sangat membutuhkan istirahat. Setelah lima atau enam hari di Mykonos, saya merasa jauh lebih segar. Saya bahkan sudah tidak sabar kembali berlatih dan mengejar target pada rangkaian turnamen ini,” jelasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.