Chelsea Menguji Formasi Terbaik Lawan Juventus
Selasa, 04 Agu 2026, 01:25 WIBHONG KONG - Tur pramusim klub-klub elite Eropa berlanjut ke Asia. Chelsea akan menghadapi Juventus dalam laga persahabatan bergengsi di Kai Tak Sports Park, Hong Kong, Rabu (5/8). Ini pertandingan yang diproyeksikan menjadi ujian penting bagi kedua tim sebelum memasuki kompetisi resmi musim 2026-2027.
Meski hanya berstatus pramusim, laga ini tetap menyedot perhatian. Chelsea dan Juventus merupakan dua kekuatan besar Eropa yang memiliki sejarah pertemuan cukup berimbang. Dari empat bentrokan terakhir, Juventus mengoleksi dua kemenangan, Chelsea sekali menang, sedangkan satu laga lainnya berakhir imbang.
Chelsea datang ke Hong Kong dengan sejumlah persoalan. Tim asal London itu belum bisa diperkuat Mykhaylo Mudryk yang masih menjalani hukuman skorsing. Gelandang Romeo Lavia diragukan tampil setelah mengalami cedera ringan. Sedangkan Estevao Willian dipastikan absen akibat cedera hamstring yang diperkirakan membuatnya menepi hingga awal Agustus. Jamie Bynoe-Gittens juga belum sepenuhnya fit sehingga kondisinya terus dipantau tim medis.
Sebaliknya, Juventus memiliki kondisi skuad yang jauh lebih ideal. Satu-satunya pemain yang dipastikan absen hanyalah Jeff Ekhator karena cedera otot, sehingga pelatih Luciano Spalletti memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan komposisi terbaik.
Secara performa, kedua tim belum benar-benar meyakinkan sepanjang pramusim. Chelsea menelan tiga kekalahan dalam lima pertandingan terakhir setelah takluk 1-2 dari Sunderland, menang 2-1 atas Tottenham Hotspur, dan kalah 0-1 dari Manchester City. Kemudian, bermain imbang 1-1 melawan Liverpool, dan kembali menyerah 1-3 dari Nottingham Forest.
Juventus tampil lebih solid di lini belakang. Bianconeri mencatat kemenangan 1-0 atas Standard Liege, bermain imbang tanpa gol melawan Basel, seri 2-2 kontra Torino, kalah 0-2 dari Fiorentina, lalu kembali menang tipis 1-0 atas Lecce. Produktivitas gol memang belum tinggi, tetapi pertahanan mereka terlihat lebih stabil dibandingkan Chelsea.
Salah satu catatan yang mengkhawatirkan bagi The Blues adalah belum sekalipun mencatatkan clean sheet dalam lima pertandingan terakhir. Statistik itu menjadi pekerjaan rumah utama bagi pelatih Xabi Alonso menjelang duel menghadapi Juventus yang dikenal disiplin dalam bertahan.
Meski demikian, pertandingan pramusim lebih berfungsi sebagai sarana membangun kebugaran, ritme permainan, sekaligus menguji berbagai kombinasi pemain daripada sekadar mengejar kemenangan. Laga kontra Juventus diperkirakan menjadi kesempatan bagi Xabi Alonso untuk menurunkan susunan pemain terkuat sejak resmi menangani Chelsea.
Pelatih asal Spanyol itu berharap timnya segera bangkit setelah kalah dramatis dari Tottenham Hotspur di Accor Stadium, Sydney, akhir pekan lalu. Alonso mengakui timnya menunjukkan perkembangan positif, tetapi masih memiliki banyak aspek yang harus diperbaiki. âTentu saja dalam setiap pertandingan kami selalu merasa bisa tampil lebih baik. Itulah bagian dari proses belajar, memahami apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih harus diperbaiki,â ujar Alonso.
âPada tahap pramusim seperti sekarang, situasi seperti ini sangat normal. Hasil pertandingan bukan prioritas utama. Yang lebih penting adalah performa tim. Banyak pemain mendapatkan jatah bermain sekitar 75 menit sesuai rencana, dan kami menjalankan program itu.â
Pelatih berusia 44 tahun tersebut juga menyoroti kesulitan anak asuhnya dalam menguasai bola, terutama menjelang turun minum. Dalam 10 menit terakhir babak pertamaterlalu mudah kehilangan penguasaan bola. Namun tim tetap mampu menjaga organisasi permainan dan tidak memberikan banyak peluang kepada lawan.
Dalam sepak bola tidak selalu bisa mengontrol pertandingan. Yang terpenting adalah tetap disiplin terhadap bentuk permainan dan rencana yang sudah disusun. Memasuki babak kedua, situasi berubah setelah Chelsea bermain dengan 10 pemain. Meski demikian, Alonso menilai timnya tetap mampu menciptakan peluang.
âKami hampir mencetak gol. Semua tentu ingin menang, tetapi saat ini kemenangan belum menjadi fokus utama. Akan tiba waktunya ketika kami benar-benar kecewa kehilangan poin. Sekarang yang terpenting adalah perkembangan tim,â tambahnya.
Semakin Ketat
Pertandingan melawan Juventus juga menjadi ajang seleksi terakhir sebelum Chelsea memasuki pekan pembuka Liga Primer Inggris. Sejumlah pemain masih berusaha meyakinkan Alonso agar masuk dalam skuad utama.
Di sektor penjaga gawang, Mike Penders siap bersaing dengan Robert Sanchez untuk memperebutkan posisi kiper nomor satu. Selama tur Australia, Teddy Sharman-Lowe mendapat kesempatan tampil karena Sanchez mengalami cedera ringan, sementara Penders baru kembali bergabung usai menjalani liburan setelah Piala Dunia.
Persaingan juga terjadi di jantung pertahanan. Wesley Fofana berada di bawah tekanan menyusul kedatangan bek anyar Maxence Lacroix. Jika Alonso tetap mempertahankan formasi empat bek, hanya tersedia satu tempat di samping Levi Colwill sebagai bek tengah utama.Â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Polres Bima Gagalkan Peredaran Setengah Kilogram Sabu
-
Presiden Prabowo Soroti Besarnya Peran NU sebagai Penopang Stabilitas Politik Indonesia
-
Mulai 1 Juli, Keberangkatan Jemaah Umrah Terpusat di Terminal 2F Bandara Soetta
-
Menko Zulhas Tegaskan Sanksi Sampah Open Dumping, Masyarakat Akan Diberi Insentif Lewat Sistem Baru
-
HUT Jakarta 2026 ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Tempat Wisata 3 Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.