Wagub Jateng Minta Pesantren Jadi Tempat Belajar Sekaligus Tempat Sehat bagi Santri

Sabtu, 19 Jul 2025, 10:05 WIB

TEGAL - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya penyediaan layanan kesehatan di lingkungan pondok pesantren guna menjamin keselamatan dan kesejahteraan para santri. Hal ini disampaikan saat meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo XVII Cabang Kabupaten Tegal pada Kamis (17/7) malam.

Menurutnya, pondok pesantren saat ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama dan pembentukan karakter, namun juga harus menjadi tempat yang memberikan perlindungan kesehatan bagi para santrinya.

Ket. Foto: Wagub Jateng Taj Yasin saat meresmikan Ponpes Lirboyo XVII, Cabang Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (17/7) malam. — Sumber: koran jakarta/dok

Ia menekankan bahwa kesehatan santri menjadi komponen penting dalam mendukung kelancaran proses belajar mengajar di pesantren.

“Kita ingin pesantren bukan hanya tempat belajar ilmu agama, tapi juga lingkungan yang sehat dan aman bagi para santri. Saya mendapat laporan ada santri yang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit. Ini menjadi perhatian serius,” ujar Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin.

Pihaknya mendorong agar setiap pesantren di Jawa Tengah mulai merancang dan menghadirkan layanan kesehatan dasar, seperti klinik atau Unit Kesehatan Pesantren (UKP), guna memastikan penanganan cepat bagi santri yang mengalami gangguan kesehatan ringan maupun darurat.

“Ketika lembaga pendidikan memiliki fasilitas kesehatan sendiri, otomatis layanan pendidikannya akan meningkat. Tidak perlu menunggu rujukan ke rumah sakit jika kondisi bisa ditangani lebih awal di lingkungan pesantren,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Jateng telah bekerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menghadirkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat ke pesantren, baik melalui program sinergi lintas sektor maupun kemitraan dengan dinas terkait.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin turut mengingatkan pentingnya peran aktif pihak pengelola pesantren dalam mengawasi dan menjaga kualitas seluruh aktivitas di lingkungan pondok.

Ia berharap pengasuh dan pengurus pesantren terus menjaga ekosistem pembelajaran yang aman, sehat, dan produktif.

“Santri harus menjadi generasi yang tidak hanya alim, tapi juga sehat dan siap bersaing di era yang terus berubah,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Lirboyo XVII Cabang Tegal, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, menyampaikan bahwa pendirian pondok pesantren merupakan bagian dari upaya mencetak generasi bangsa yang berakhlak, berilmu, dan peduli terhadap sesama.

“Pesantren hadir bukan hanya untuk mencerdaskan masyarakat, tapi juga membentuk pribadi yang baik. Kalau masyarakatnya baik, pejabatnya baik, insyaallah negaranya juga akan menjadi baik,” ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan pesantren, Pemprov Jawa Tengah menyatakan siap memberikan dukungan fasilitasi dan regulasi yang memungkinkan lembaga pendidikan berbasis keagamaan ini berkembang secara menyeluruh.

Termasuk dalam penyediaan akses kesehatan, pelatihan tenaga pendidik, dan pembinaan manajemen kelembagaan pesantren.

Program penguatan pesantren ini juga sejalan dengan semangat Pemerintah Provinsi Jateng dalam membangun sistem pendidikan yang holistik dan berbasis nilai-nilai religius, sekaligus menjamin perlindungan dan hak dasar bagi seluruh peserta didik, termasuk kesehatan.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Henri pelupessy

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.