5 Tips Latihan Aman Sebelum Ikuti Lomba Lari
📅 Sabtu, 19 Jul 2025, 15:18 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Maybank
JAKARTA – Perlombaan lari jarak seperti marathon yang menempuh jarak jarak resmi 42,195 kilometer bukan olahraga yang ringan. Untuk itu diperlukan persiapan dan kondisi fisik yang prima untuk mengikutinya.
Ajang Maybank Marathon 2025, bulan Juli jadi momen krusial bagi para pelari untuk membangun latihan yang tepat. Ajang pertama yang mendapat predikat ‘Elite Label Road Race’ di tanah air ini akan digelar pada 24 Agustus di Bali United Training Center, Gianyar.
Maybank Marathon 2025 akan menghadirkan rute menantang bagi para pesertanya. Untuk mencapai garis finish dengan meminimalisir risiko cedera, para pelari harus mulai membangun fondasi latihan yang terstruktur dan aman.
“Idealnya, program latihan dimulai 12–20 minggu sebelum race day, namun dengan waktu tersisa, pendekatan terstruktur tetap krusial. Ini membantu pemula menghindari cedera, pelari berpengalaman mengasah performa, dan secara keseluruhan meningkatkan peluang mencapai garis finish tanpa mengorbankan kesehatan,” ujar seorang pelatih lari dari dari Gantarvelocity, Agung Mulyawan dalam siaran pers pada hari Jumat (18/7).
Ia mengungkap 5 tips latihan yang diharapkan dapat membantu para pelari berlatih lebih efektif, mengurangi cedera,dan sampai garis finish dalam kondisi prima, tanpa terjadi permasalah berarti sepanjang lomba.
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Mulai dari Jarak dan Kecepatan yang Realistis
Maybank Marathon 2025 menghadirkan tiga kategori: Marathon (42K), Half Marathon (21K), dan 10K, yang masing-masing membutuhkan pendekatan latihan berbeda. Dengan sisa waktu sekitar 6 minggu, penting menyesuaikan target, volume, dan intensitas latihan secara realistis.
“Bagi pelari pemula maupun pelari berpengalaman saya sarankan fokus melakukan latihan secara bertahap yang mencakup strength training, easy run, tempo run, dan long run, dengan menyediakan jadwal recovery yang cukup,” kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengatur kecepatan saat latihan juga tak kalah penting. Sekitar 80% sesi sebaiknya dilakukan dalam pace ringan atau easy run, lari 60–90 detik lebih lambat dari target race pace. Idealnya, pelari masih bisa berbicara saat berlari.
2.Atur Ritme Latihan dan Recovery: Seimbang antara Intensitas, Durasi, dan Frekuensi
Coach Agung menyarankan untuk berlatih 3–5 kali per minggu, dengan kombinasi lari dan latihan kekuatan(strength training). Jenis latihan yang disarankan meliputi easy run, tempo run, long run, serta strength training minimal 2 kali dalam seminggu. Pastikan durasi dan intensitas latihan meningkat secara bertahap, agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi dengan baik.
Selain memperhatikan intensitas, durasi, dan frekuensi, jangan abaikan istirahat. Rest dan recovery adalah bagian penting dari proses latihan, sama pentingnya dengan sesi lari itu sendiri. Terlalu memaksakan diri atau overtraining justrubisa menurunkan performa dan meningkatkan risiko cedera.
“Dengan kombinasi yang seimbang antara latihan dan pemulihan, kamu bisa sampai di hari perlombaan dalam kondisi optimal dan siap mencapai performa terbaik dengan tetap aman,” paparnya.
3.Prioritaskan Nutrisi bagi Tubuh
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!