Garuda Muda Harus Sabar Hadapi Filipina

Jumat, 18 Jul 2025, 06:54 WIB

JAKARTA — Tim Indonesia U-23 akan menjalani ujian penting saat menghadapi Filipina U-23 dalam kedua Grup A Piala ASEAN U-23 2025, Jumat (18/7) malam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Pertemuan ini menjadi pertarungan perebutan puncak klasemen.

Kedua tim mengoleksi tiga poin dari laga pembuka, namun Indonesia unggul selisih gol usai membantai Brunei Darussalam 8-0. Filipina tampil mengejutkan dengan kemenangan 2-0 atas Malaysia, sebuah hasil yang menunjukkan bahwa mereka bukan lagi tim penggembira.

Ket. Foto: Pemain Timnas Indonesia U-23 berlatih menendang bola saat mengikuti sesi latihan resmi jelang pertandingan Piala AFF 2025 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Kamis (17/7). — Sumber: ANTARA/Asprilla Dwi Adha

Kemenangan besar atas Brunei menjadi modal awal positif bagi skuad Garuda Muda. Jens Raven mencuri perhatian dengan mencetak enam gol. Sedangkan Arkhan Fikri dan Rayhan Hannan ikut menyumbang dua gol lainnya. Namun, pelatih Gerald Vanenburg menolak anggapan bahwa timnya sudah sempurna.

“Kami dominan di babak pertama, tapi hanya mencetak satu gol di babak kedua. Itu menunjukkan masih ada yang harus diperbaiki, terutama dalam pengambilan keputusan dan umpan akhir,” ujar Vanenburg.

Pelatih asal Belanda itu juga mengingatkan tim asuhannya untuk tetap membumi. “Kemenangan besar bisa membuat pemain merasa nyaman. Tapi melawan Filipina, kami akan menghadapi tim yang jauh lebih terorganisir dan berbahaya,” tegasnya.

Di sisi lain, Filipina tampil solid dan disiplin saat membungkam Malaysia. Meski hanya menguasai 30 persen bola, Young Azkals mampu mencetak dua gol melalui skema serangan balik cepat yang dieksekusi Otu Bisong pada menit ke-9 dan 40.

Pelatih Filipina, Garrath James McPherson, menegaskan bahwa pendekatan pragmatis tim asuhannya bukan tanpa alasan. “Kami tahu Malaysia lebih unggul secara teknis. Tapi kami lebih tajam dalam transisi dan bermain sesuai rencana. Melawan Indonesia, pendekatan kami tidak akan jauh berbeda,” ujarnya.

Laga Indonesia kontra Filipina menjadi kontras gaya bermain. Indonesia dikenal tampil ofensif, menguasai bola dan menekan sejak awal. Sebaliknya, Filipina menunggu, menutup ruang, dan melancarkan serangan balik cepat. Gaya bertahan Filipina bukan pasif, tapi terstruktur.

Pengamat sepak bola Budiarto Rahman, menyebut laga ini sebagai ujian karakter bagi Garuda Muda. “Secara teknis Indonesia unggul. Tapi justru melawan tim seperti Filipina inilah diperlukan kesabaran dan disiplin tinggi,” ujar Budiarto.

Dia menambahkan, jika terlalu agresif tanpa pengamanan di lini belakang, Filipina bisa menghukum dalam sekali serangan. Bisong punya kecepatan dan penyelesaian akhir yang bagus.

Secara historis, Indonesia unggul mutlak atas Filipina di level U-23. Dua pertemuan terakhir di AFF U-23 berakhir kemenangan: 4-0 (2022) dan 2-0 (2015). Namun, Filipina saat ini bukan tim yang sama seperti satu dekade lalu.

Program pengembangan usia muda yang dijalankan federasi Filipina serta kontribusi pemain diaspora membuat tim ini lebih matang dan kompetitif. Beberapa pemainnya berkarir di liga luar negeri, termasuk di Eropa dan Amerika.

Kondisi Tim

Indonesia diprediksi tetap mengandalkan Jens Raven sebagai ujung tombak dengan sokongan lini kedua yang cepat dan kreatif: Arkhan Fikri, Rayhan Hannan, serta Robi Darwis. Filipina bertumpu pada kecepatan Bisong dan solidnya pertahanan yang dikawal Guimaraes.

Ada pula sejumlah opsi rotasi terhadap beberapa pemain yang belum dimainkan, seperti: Cahya Supriadi, Hokky Caraka, Kakang Rudianto, dan Kadek Arel. Di sisi yang lain, Filipina diprediksi tetap mempertahankan formasi seperti ketika mengalahkan Malaysia U23. Otu Abang Banatao yang mencetak 2 gol, agaknya tetap jadi pilihan utama.

Vanenburg berpeluang tetap mempertahankan kerangka pemain inti seperti matchday pertama. Jens Raven pencetak enam gol saat kontra Brunei, diprediksi tetap dimainkan. ben/G-1

  • Piala Asean 2025

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.