Wuuiih Mantap! Sekolah Rakyat Margaguna Kuatkan Pendidikan dengan Miliki Kelas Malam
📅 Selasa, 15 Jul 2025, 19:47 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri
JAKARTA - Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Margaguna, Jakarta Selatan memiliki kelas malam untuk menguatkan pendidikan agar anak bisa memanfaatkan waktunya semaksimal mungkin.
"Kelas malam ini kami akan coba membuat program yang menyenangkan. Jadi, walaupun belajar tapi mereka tidak merasa terbebani," kata Kepala SRMA 10 Margaguna Jakarta Selatan, Ratu Mulyanengsih di temui di Jakarta, Selasa (15/7).
Ratu mengatakan kelas malam ini merupakan kelanjutan dari kelas pembelajaran reguler yang dilaksanakan pukul 07.00 hingga 14.30 WIB.
Nantinya, ada beragam program yang dilaksanakan hingga waktu istirahat, yakni pukul 21.00 WIB.
"Program ini nantinya menguatkan belajar bahasa Inggris, diberi buku bacaan untuk dianalisis, dan seni budaya bagi para siswa," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mendukung program kelas malam, untuk 100 siswa diberikan empat kelas dan 17 guru mata pelajaran yang tersedia.
Kemudian, ada 11 wali asuh dan dua wali asrama untuk memantau perkembangan siswa.
"Malamnya itu kita mau ngapain aja mungkin mulai dari bercerita, ngobrol, belajar hingga tidur bareng seperti itu. Guru-guru juga menginap yang kelas malam," tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
SRMA 10 Margaguna, Jakarta Selatan, yang berada dalam Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan Profesi (Pusdiklatbangprof) memiliki luas empat hektare (ha) lebih.
Tersedia fasilitas gratis seperti perpustakaan, pusat kebugaran (gym), studio musik lapangan bulu tangkis hingga voli bisa membuat siswa semangat belajar.
Sebanyak 100 siswa yang diterima terdiri dari 56 laki-laki dan 44 perempuan dengan diberikan fasilitas asrama maksimal empat orang per kamarnya.
Rentang usia para siswa yakni 15-21 tahun dan kebanyakan putus sekolah dengan beragam alasan.
Sekolah Rakyat digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan untuk menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, mengacu pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!