Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Beri Russia Waktu 50 Hari untuk Akhiri Perang di Ukraina

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 10:21 WIB | Oleh:

Perubahan haluannya ke arah Putin memicu ketakutan di Kyiv bahwa ia akan mengkhianati Ukraina, terutama setelah Trump dan timnya mengecam Zelensky di Ruang Oval pada tanggal 28 Februari.

Namun dalam beberapa minggu terakhir Trump menunjukkan rasa frustrasinya terhadap Putin, karena pemimpin Russia itu meningkatkan serangan rudal dan pesawat tak berawak ke tingkat yang memecahkan rekor alih-alih menghentikan invasinya.

Washington juga telah membatalkan pengumuman awal bulan ini yang menyatakan akan menghentikan sementara beberapa pengiriman senjata ke Kyiv.

Trump mengatakan istrinya Melania telah membantu mengubah pemikirannya tentang Putin, seorang pria yang sebelumnya ia kagumi.

"Saya pulang, saya bilang ke Ibu Negara, 'Tahukah Anda, saya bicara dengan Vladimir hari ini, kami berdiskusi dengan sangat baik,'" kata Trump. "Dan beliau bilang, 'Oh ya? Kota lain baru saja kena.'"

Ia mengatakan tentang Putin: "Saya tidak ingin mengatakan dia seorang pembunuh, tapi dia orang yang tangguh."

Lebih Baik Terlambat 

Senator Republik AS Lindsey Graham dan Senator Demokrat Richard Blumenthal, yang mendorong rancangan undang-undang bipartisan tentang sanksi sekunder Russia, memuji langkah "kuat" Trump.

"Palu pamungkas untuk mengakhiri perang ini adalah tarif terhadap negara-negara, seperti Tiongkok, India, dan Brasil, yang mendukung mesin perang Putin," kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Utusan khusus Trump, Keith Kellogg, tiba di Kyiv pada hari Senin untuk apa yang disebut Zelensky sebagai "pertemuan yang produktif."

Sementara itu, pasukan Rusia mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah merebut wilayah baru di Ukraina timur dengan merebut satu desa di wilayah Donetsk dan satu desa lainnya di wilayah Zaporizhzhia.

Pasukannya juga menewaskan sedikitnya tiga warga sipil di wilayah Kharkiv dan Sumy timur pada hari Senin, kata pejabat Ukraina.

Di Kyiv, Zelensky juga mengusulkan perombakan politik besar-besaran, merekomendasikan menteri ekonomi Yulia Svyrydenko mengambil alih perdana menteri baru, dan menunjuk perdana menteri saat ini, Perdana Menteri Denys Shmygal, sebagai menteri pertahanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.