Trump Beri Russia Waktu 50 Hari untuk Akhiri Perang di Ukraina
📅 Selasa, 15 Jul 2025, 10:21 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada Russia agar mengakhiri perang Ukraina dalam waktu 50 hari atau menghadapi sanksi ekonomi baru yang besar, saat memaparkan rencana menambah persenjataan baru untuk Kyiv melalui NATO.
Trump mengatakan "sangat, sangat tidak senang" dengan Vladimir Putin, menggarisbawahi desakannya bahwa kesabarannya akhirnya habis dengan penolakan Putin untuk mengakhiri perang.
"Kami akan menerapkan tarif yang sangat ketat jika tidak ada kesepakatan dalam 50 hari, tarifnya sekitar 100 persen," kata Trump dalam pertemuan di Ruang Oval dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Senin (14/7).
Trump menambahkan bahwa tarif tersebut akan menjadi "tarif sekunder" yang menargetkan mitra dagang Russia yang tersisa -- yang bertujuan melumpuhkan kemampuan Moskow untuk bertahan dari sanksi Barat yang sudah luas.
Mitra dagang utama Russia tahun lalu adalah Tiongkok, yang menguasai sekitar 34 persen, diikuti oleh India, Turki, dan Belarus, menurut Dinas Bea Cukai Federal Russia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump dan Rutte juga mengungkap kesepakatan di mana aliansi militer NATO akan membeli senjata senilai miliaran dollar dari Amerika Serikat -- termasuk baterai antirudal Patriot -- dan kemudian mengirimkannya ke Ukraina.
"Ini sungguh besar," kata Rutte memuji kesepakatan yang bertujuan meredakan keluhan Trump bahwa AS membayar lebih besar daripada sekutu Eropa dan NATO untuk membantu Ukraina.
Jerman, Kanada, Denmark, Finlandia, Belanda, Norwegia, Swedia dan Inggris termasuk di antara pembeli yang membantu Ukraina, kata kepala NATO.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jika saya adalah Vladimir Putin hari ini dan mendengar Anda berbicara... saya akan mempertimbangkan kembali bahwa saya harus menganggap negosiasi tentang Ukraina lebih serius," kata Rutte.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan ia telah berbicara dengan Trump dan "bersyukur" atas kesepakatan senjata tersebut.
Waktu yang Sangat Lama
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan Berlin akan memainkan "peran yang menentukan" dalam rencana senjata baru.
Namun, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan batas waktu sanksi Trump masih terlalu lama. "Lima puluh hari adalah waktu yang sangat lama jika kita melihat mereka membunuh warga sipil tak berdosa setiap hari," ujarnya.
Trump mencoba menjalin hubungan baik dengan Putin segera setelah memulai masa jabatan keduanya, setelah berkampanye dengan janji untuk mengakhiri perang Ukraina dalam waktu 24 jam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!