Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Transformasi Logistik Hijau di Morosi, Berikut Strategi Dekarbonisasi yang Dilakukan VDNI

📅 Senin, 28 Sep 2026, 15:55 WIB | Oleh:
Dorong Transformasi Logistik Hijau di Morosi, Berikut Strategi Dekarbonisasi yang Dilakukan VDNI Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) secara bertahap melakukan transformasi logistik hijau melalui program elektrifikasi kendaraan alat berat dan material handling di kawasan smelter Morosi, Sulawesi Tenggara. Langkah ini menjadi salah satu bagian dari strategi dekarbonisasi VDNI yaitu mengurangi emisi karbon dari kegiatan operasional, meningkatkan efisiensi energi, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.

Inisiatif elektrifikasi kendaraan alat berat dan material handling yang dilakukan VDNI sejalan dengan arah kebijakan pemerintah Indonesia dalam mendorong dekarbonisasi industri. Berdasarkan Decarbonization Roadmap of Indonesia Nickel Industry oleh Kementerian PPN/Bappenas, pemerintah menargetkan penurunan emisi pada industri nikel hingga 81% pada 2045 melalui berbagai langkah transformasi, termasuk peningkatan efisiensi energi dan penggunaan teknologi yang lebih rendah emisi.

"VDNI memiliki visi-misi yang sama dengan tujuan jangka panjang Pemerintah Indonesia dalam pengendalian emisi karbon industri. VDNI melihat bahwa pengendalian emisi karbon dan efisiensi penggunaan energi merupakan faktor kunci dalam strategi dekarbonisasi di Smelter Morosi, dimana salah satu fokusnya adalah Low-Carbon Electricity & Electrification," kata Corporate Affairs Manager, Adam Rumanda dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9).

Hingga saat ini, VDNI telah mengoperasikan total 69 unit kendaraan alat berat dan material handling berbasis tenaga listrik, yang terdiri atas 16 unit excavator dan 13 unit loader, dengan nilai investasi sekitar Rp45 miliar. Selain itu, sebanyak 40 unit dump truck yang dioperasikan oleh pihak eksternal turut digunakan untuk mendukung proses pengangkutan bijih nikel dan batu bara dari jetty (pelabuhan khusus) menuju area smelter, guna memastikan kelancaran dan keandalan pasokan bahan baku produksi.

Dibandingkan dengan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil, penggunaan kendaraan alat berat dan material handling bertenaga listrik memberikan manfaat tersendiri yaitu tidak adanya emisi gas buang secara langsung dari kendaraan selama pengoperasian serta tingkat kebisingan yang lebih rendah. Dengan karakteristik tersebut, program elektrifikasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan kerja sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi dari aktivitas logistik di kawasan smelter.

“Penerapan alat berat dan material handling bertenaga listrik merupakan investasi jangka panjang VDNI untuk mengurangi emisi gas buang dan tingkat kebisingan di lingkungan smelter, sehingga menciptakan kondisi operasional yang ramah lingkungan dan kondusif sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan di sekitar kawasan. Langkah ini adalah wujud nyata dukungan VDNI terhadap target Pemerintah Indonesia dalam mencapai target Net Zero Emissions pada 2060,” tambah Adam.

VDNI akan melanjutkan transformasi logistik hijau rendah karbon melalui peningkatan penggunaan kendaraan alat berat dan material handling berbasis listrik di kawasan smelter. Perusahaan berorientasi ke depan pada penambahan kendaraan alat berat dan material handling dengan sumber energi terbarukan berbasis listrik, disertai dengan pengembangan fasilitas pengisian dan penggantian baterai, dan optimalisasi penjadwalan penggunaan kendaraan berbasis listrik yang terstruktur sebagai komitmen VDNI berkontribusi terhadap upaya dekarbonisasi industri dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

"Penerapan elektrifikasi pada armada alat angkut berat dan material handling di adalah wujud komitmen VDNI dalam menghadirkan operasional smelter yang lebih hijau. Kami optimistis inisiatif ini mampu mereduksi emisi gas rumah kaca sebesar 43.411 ton pada akhir tahun 2027," tutup Adam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Pintu Uni Eropa Terbuka Leb...
Nasional
Menuju Tol Tanpa Gerbang, P...

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

53 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Presiden Serbia Aleksandar ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.