Ratusan Tentara dan Warga Sipil Lintasi Perbatasan Thailand
📅 Senin, 14 Jul 2025, 02:50 WIB | Oleh: Tim PenulisSerangan terbaru terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari pada Jumat (11/7) di Desa Lin Ta Lu ketika aula biara tempat para pengungsi internal tinggal terkena serangan udara, kata seorang pejuang antijunta, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.
Ia mengatakan kepada AFP bahwa 22 orang tewas, termasuk tiga anak-anak, sementara dua lainnya luka-luka dan masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.
"Mereka mengira aman untuk tinggal di biara Buddha," kata pejuang anti-junta itu. "Tetapi mereka tetap dibom."
Seorang warga setempat mengkonfirmasi bahwa aula biara telah hancur total akibat serangan udara tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wilayah Sagaing merupakan episentrum gempa dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter pada Maret lalu, yang menewaskan hampir 3.800 orang dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Setelah gempa, terdapat dugaan gencatan senjata antara junta dan kelompok bersenjata, tetapi serangan udara dan pertempuran terus berlanjut, menurut pemantau konflik. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!