Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Investor Menanti Data Penting AS dan Tiongkok serta RDG BI, Simak Proyeksi Rupiah Awal Pekan Ini

📅 Senin, 14 Jul 2025, 08:57 WIB | Oleh:
Investor Menanti Data Penting AS dan Tiongkok serta RDG BI, Simak Proyeksi Rupiah Awal Pekan Ini Doc: istimewa

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpo­tensi melemah awal pekan ini. Pergerakan rupiah akan di­pengaruhi sejumlah sentimen, baik internal maupun eks­ternal. 

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede melihat pekan ini, rupiah akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi Amerika Serikat (AS), pertumbuhan ekonomi Tiongkok, serta pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

Josua memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (14/7), bergerak melemah terbatas di kisaran 16.175-16.275 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dollar AS dalam per­dagangan, Jumat (11/7), ditutup menguat 0,04 persen atau 6 poin ke level 16.218 rupiah per dollar AS.

Josua menilai kurs rupiah cenderung bergerak datar atau stabil (sideways) di tengah ketidakpastian terkait pe­rang dagang. Bahkan, ketika Trump mengumumkan Indo­nesia dikenai tarif sebesar 32 persen pada 1 Agustus 2025, pergerakan Rupiah masih cukup stabil.

“Sentimen menguat pada sesi Asia setelah Presiden AS (Amerika Serikat) Donald Trump mengancam akan mem­berikan blanket tariff sebesar 15-20 persen kepada mitra dagangnya,” kata dia di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Indonesia Berjuang Mengalah...
Olahraga
Hadapi Inggris, Pemain Arge...
Ekonomi
KUR Terus Diperluas untuk M...
Olahraga
  Piala Dunia, Menit 52 Spa...
Olahraga
Piala Dunia, Babak Pertama ...

UE Segera Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Russia

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
UE Segera Jatuhkan Sanksi B...
Piala Dunia, Spanyol Lolos ke Final

Piala Dunia, Spanyol Lolos ke Final

15 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.