BMKG: Kalbar Masuk Periode Krusial Rawan Karhutla

Senin, 14 Jul 2025, 17:35 WIB

PONTIANAK - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak memantau sebanyak 61 titik panas yang tersebar di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar), menandakan masuknya periode krusial yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Dengan semakin banyaknya terpantau titik panas di Kalbar, di mana kondisi ini menjadi peringatan dini meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah dinamika cuaca yang masih fluktuatif," kata Koordinator Data dan Informasi BMKG Supadio, Sutikno, di Sungai Raya, Senin.

Ket. Foto: Koordinator Data dan Informasi BMKG Supadio, Sutikno. — Sumber: ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

Sutikno menyampaikan bahwa temuan titik panas ini menandakan wilayah Kalbar memasuki periode krusial yang rawan terjadi karhutla, meskipun sebagian besar wilayah masih diguyur hujan. 

"Periode 14 sampai 20 Juli 2025, wilayah Kalimantan Barat berpotensi mengalami kemudahan terjadinya karhutla. Ini menjadi perhatian bersama, terutama agar masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka dalam bentuk apa pun," katanya. 

BMKG mencatat dalam 24 jam terakhir telah terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat di beberapa wilayah. Namun, Sutikno mengingatkan bahwa potensi hujan sedang hingga lebat masih akan berlangsung hingga 16 Juli, dan dapat disertai petir serta angin kencang berdurasi singkat, terutama pada siang hingga sore hari.

Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat memicu dampak lanjutan seperti genangan air, banjir lokal, hingga tanah longsor di wilayah rawan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap siaga terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang datang secara tiba-tiba.

Meskipun titik panas meningkat, kualitas udara di Kalimantan Barat berdasarkan indeks rata-rata PM2.5 per 13 Juli 2025 masih tergolong baik hingga sedang. Namun BMKG tetap meminta masyarakat tidak lengah, terutama dalam menjaga lingkungan agar tidak memicu penyebaran asap akibat karhutla.

"Kualitas udara bisa berubah dengan cepat tergantung arah angin dan skala kebakaran. Maka dari itu, deteksi dini harus dibarengi dengan langkah pencegahan di lapangan," katanya.

Sebagai langkah antisipatif, BMKG mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka untuk membuka lahan atau membersihkan pekarangan, mewaspadai cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang dan mengakses informasi cuaca resmi melalui kanal BMKG seperti aplikasi mobile, media sosial, dan situs web.

"Kita harus sama-sama waspada. Karhutla bisa dicegah jika seluruh elemen masyarakat ikut berperan aktif, mulai dari tidak membakar lahan hingga melaporkan titik api sedini mungkin," kata Sutikno.

Dia menambahkan, BMKG Supadio terus berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk memantau dinamika cuaca dan titik panas di Kalbar guna meminimalkan risiko kebakaran dan bencana ikutan lainnya.

  • karhutla
  • bmkg
  • kalbar
  • kalimantan barat
  • kebakaran hutan dan lahan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.