Trump Terapkan Tarif 30% untuk Uni Eropa dan Meksiko, Picu Ketegangan Perdagangan Global
📅 Minggu, 13 Jul 2025, 17:50 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: The washington
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menetapkan tarif impor sebesar 30 persen terhadap produk-produk dari Uni Eropa dan Meksiko, yang akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025. Kebijakan ini diumumkan melalui surat resmi yang diunggah Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Sabtu (14/7).
Dalam suratnya kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Trump menyatakan bahwa langkah ini mencerminkan "kekuatan dan komitmen Hubungan Perdagangan" antara AS dan Eropa. Ia menekankan bahwa Amerika Serikat tidak bisa terus menerus menanggung defisit perdagangan besar dan berkelanjutan dengan Uni Eropa yang menurutnya disebabkan oleh berbagai hambatan perdagangan, baik tarif maupun non-tarif.
“Kita telah membahas Hubungan Perdagangan kita dengan Uni Eropa selama bertahun-tahun, dan kita telah menyimpulkan bahwa kita harus menjauhi Defisit Perdagangan jangka panjang, besar, dan persisten ini, yang disebabkan oleh Kebijakan Tarif, Non-Tarif, dan Hambatan Perdagangan Anda. Sayangnya, hubungan kita masih jauh dari timbal balik,” tulis Trump.
Lebih lanjut, Trump juga memperingatkan bahwa setiap bentuk pembalasan tarif dari pihak Eropa akan dibalas dengan tarif tambahan di atas 30 persen. Merespons hal itu, Ursula von der Leyen menyatakan kekhawatiran bahwa kebijakan tarif ini akan mengganggu rantai pasokan penting antara kedua benua.
“Tarif ekspor Uni Eropa akan mengganggu rantai pasokan transatlantik yang penting, sehingga merugikan bisnis, konsumen, dan pasien di kedua sisi Atlantik,” ujar von der Leyen. Ia menegaskan bahwa Uni Eropa tetap mengedepankan dialog dan solusi yang dinegosiasikan, serta siap mengambil langkah-langkah balasan jika diperlukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, dalam surat lainnya yang ditujukan kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, Trump menyoroti isu keamanan perbatasan dan peredaran narkotika. Ia mengkritik Meksiko karena dinilai belum cukup menghentikan aktivitas kartel narkoba, terutama terkait peredaran fentanil ke AS.
“Meksiko telah membantu saya mengamankan perbatasan, TETAPI, apa yang telah dilakukan Meksiko belumlah cukup. Meksiko masih belum menghentikan Kartel yang mencoba mengubah seluruh Amerika Utara menjadi arena perdagangan narkoba,” tulis Trump.
Pemerintah Meksiko menyatakan bahwa mereka menerima pemberitahuan resmi terkait surat tarif itu dalam pembicaraan tingkat tinggi dengan pejabat AS pada Jumat lalu. Dalam pernyataan resminya, pemerintah Meksiko menolak keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang tidak adil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah Trump ini menambah panjang daftar negara yang dikenai bea masuk tinggi oleh AS, setelah sebelumnya Kanada, Brasil, dan Tiongkok juga mendapatkan perlakuan serupa. Kebijakan ini juga meningkatkan ketegangan perdagangan global menjelang pemilihan umum presiden AS, dengan Trump kembali menegaskan pendekatan proteksionis sebagai strategi utama pemerintahannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!