Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Kenakan Tarif Baru 30% terhadap Meksiko dan Uni Eropa Mulai 1 Agustus

📅 Minggu, 13 Jul 2025, 10:48 WIB | Oleh:

"Pemberlakuan tarif sebesar 30 persen pada ekspor Uni Eropa akan mengganggu rantai pasokan transatlantik yang penting, sehingga merugikan bisnis, konsumen, dan pasien di kedua sisi Atlantik," ujar Kepala Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam sebuah pernyataan, menanggapi surat Trump kepadanya.

"Kami tetap siap untuk terus berupaya mencapai kesepakatan paling lambat 1 Agustus. Pada saat yang sama, kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan Uni Eropa, termasuk penerapan tindakan balasan yang proporsional jika diperlukan," tambahnya.

Sementara itu, Macron mendukung upaya untuk mencapai kesepakatan yang "mencerminkan rasa hormat yang dimiliki mitra dagang seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat terhadap satu sama lain."

Namun, ia mendesak blok tersebut untuk "meningkatkan persiapan tindakan balasan yang kredibel" untuk diterapkan jika kedua pihak gagal mencapai kesepakatan tepat waktu.

Momen Genting

Uni Eropa, bersama puluhan negara ekonomi lainnya, bersiap untuk menghadapi kenaikan tarif AS dari tingkat dasar 10 persen pada hari Rabu, tetapi Trump memundurkan batas waktu hingga 1 Agustus.

Meksiko dan Kanada berada di bawah rezim tarif terpisah.

Sejak awal pekan ini, Trump telah mengirim surat ke lebih dari 20 negara dengan tarif terbaru untuk masing-masing negara, termasuk tarif sebesar 35 persen untuk Kanada. Seorang pejabat AS mengatakan kepada AFP pada Sabtu bahwa pengecualian USMCA diperkirakan akan tetap berlaku untuk Meksiko dan Kanada, meskipun presiden belum membuat keputusan akhir.

Brussels mengatakan pada Jumat, pihaknya siap untuk mencapai kesepakatan dengan Washington guna mencegah penerapan kembali pungutan sebesar 20 persen.

Uni Eropa telah menyiapkan bea balasan terhadap barang-barang AS senilai sekitar 21 miliar euro setelah Trump juga mengenakan tarif terpisah pada impor baja dan aluminium awal tahun ini, dan bea tersebut ditangguhkan hingga 14 Juli.

Pejabat Eropa belum mengambil langkah apa pun untuk memperpanjang penangguhan tetapi dapat melakukannya dengan cepat jika diperlukan.

"Meskipun ada banyak kemajuan menuju kesepakatan, ancaman ini menunjukkan bahwa UE berada dalam kubu ketidakpastian yang sama seperti hampir semua negara lain di dunia," kata Josh Lipsky, ketua ekonomi internasional di Atlantic Council.

Ia mengatakan jalan ke depan sekarang bergantung pada bagaimana Uni Eropa merespons, dan menyebutnya sebagai "salah satu momen paling genting dalam perang dagang sejauh ini."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.