Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemilu 2029: KPU DIY Mulai Edukasi Demokrasi untuk Siswa

📅 Jumat, 11 Jul 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemilu 2029: KPU DIY Mulai Edukasi Demokrasi untuk Siswa Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Siswa menunjukan surat suara saat proses penghitungan pada kegiatan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan sistematika pemilihan umum (Pemilu) di SMP Lazuardi Kamila, Solo, Jawa Tengah, Jumat (30/9/2022).

Yogyakarta - Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta (KPU DIY) menyiapkan pendidikan demokrasi bagi pelajar melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (Matsama) sebagai calon pemilih Pemilu 2029.

"MPLS di lingkungan sekolah dan kegiatan Matsama di lingkungan madrasah dapat menjadi instrumen penting bagi pengenalan nilai-nilai dasar demokrasi dan pemilu kepada para pelajar," kata Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi dalam keterangan di Yogyakarta, Kamis (10/7).

Shidqi menuturkan kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari pertama masuk sekolah, yakni pada 14 - 18 Juli 2025 dengan menyasar siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tanawiyah (MTs), serta sekolah menengah atas (SMA) dan madrasah aliyah (MA) atau sederajat.

Dia mengatakan program tersebut adalah bagian dari pendidikan pemilih "Tutur Demokrasi" yang digagas KPU DIY.

Menurut dia, pelaksanaannya merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara KPU DIY, Pemerintah Daerah DIY, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.

Untuk menyampaikan materi, KPU kabupaten/kota bakal hadir langsung ke sejumlah sekolah dan madrasah.

Namun, bagi sekolah yang tidak dapat didatangi petugas, KPU telah menyiapkan materi dalam bentuk video dan presentasi yang telah dikirimkan kepada dinas pendidikan dan sekolah.

"Materi akan disampaikan secara interaktif oleh guru yang membidangi pendidikan kewarganegaraan atau yang ditunjuk oleh sekolah," ujar Shidqi.

Sebaiknya Anda baca juga:

Ia menjelaskan pendidikan pemilih di kalangan pelajar merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi politik generasi muda.

"Harapannya, para siswa tumbuh menjadi pemilih yang cerdas, sadar, dan aktif berpartisipasi dalam pemilu mendatang," ujarnya.

Selain menyasar pemilih pemula, kata Shidqi, program “Tutur Demokrasi” juga menjangkau segmen lain seperti penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok marginal.

"Metode edukasi dilakukan tidak hanya secara tatap muka, tetapi juga melalui media digital, termasuk podcast yang tayang di akun YouTube resmi KPU DIY," ujarnya.

Shidqi mengatakan konsep dasar program ini mengangkat kembali tradisi bercerita dalam budaya masyarakat Yogyakarta.

"Sehingga penyampaian edukasi berdemokrasi ini pun dirangkai dalam suatu narasi yang menyerupai penuturan lisan," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...

Kerukunan dan Kebebasan Beribadah Patut Disyukuri

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kerukunan dan Kebebasan Ber...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.