Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kubu Verstappen Angkat Bicara soal Pemecatan Mendadak Christian Horner

📅 Jumat, 11 Jul 2025, 10:00 WIB | Oleh:
Kubu Verstappen Angkat Bicara soal Pemecatan Mendadak Christian Horner Doc: AFP
Ket. Max Verstappen

LONDON, INGGRIS - Formula 1 dikejutkan oleh kabar pemecatan mendadak Christian Horner dari kursi pimpinan Red Bull Racing, sebuah keputusan yang langsung memicu gelombang spekulasi dan perdebatan di paddock. Meski sempat bertahan dari skandal sexting, konflik internal, hingga eksodus staf kunci, posisi Horner yang selama ini tampak kokoh akhirnya runtuh.

Menurut berbagai laporan, keputusan tersebut datang setelah pemilik Red Bull asal Thailand, Chalerm Yoovidhya, akhirnya berpihak pada kubu Austriayang selama ini menentang Hornerdan mengakhiri masa "perlindungan" terhadap sang bos tim berusia 51 tahun.

Yang menarik, waktu pemecatan itu bertepatan dengan kabar bahwa dewan eksekutif Mercedes telah memberi lampu hijau untuk mengejar tanda tangan Max Verstappen guna musim 2026 dan seterusnya. Media Austria Österreich bahkan menulis, “Kebetulan? Hampir tidak mungkin.”

Sinyal keretakan hubungan antara Horner dan keluarga Verstappen semakin kuat setelah insiden panas di Silverstone, ketika Horner terekam beradu argumen dengan Jos Verstappen. Mantan pembalap F1, Ralf Schumacher, menilai hubungan itu telah memburuk. “Anda bisa lihat bahwa Jos sangat tidak senang dengan situasi ini,” ujarnya kepada Sky Deutschland. Schumacher juga mengaku pernah dimasukkan dalam "daftar hitam" oleh Horner karena kritik sebelumnya.

Schumacher menilai era panjang Horner sudah tidak bisa dipertahankan. “Pada akhirnya, orang-orang hebat tidak mau lagi bergabung atau bertahan di tim. Mereka tak ingin bekerja karena kepribadiannya.”

Rumor lain menyebutkan bahwa Horner tengah berusaha menggusur penasihat senior Red Bull, Dr Helmut Marko, atau bahkan mencegah kubu Verstappen untuk membeli saham tim — langkah yang mengingatkan pada strategi Toto Wolff di Mercedes. “Tim Verstappen kemungkinan besar ingin membeli saham,” ungkap mantan pembalap F1, Vitaly Petrov, melalui Telegram.

Tokoh F1 Bernie Ecclestone, salah satu sekutu dekat Horner, menyebut sang manajer tim “tidak tahu apa-apa sebelumnya.” Sementara komentator Belanda, Tom Coronel, menyatakan, “Ini menandakan ada yang tidak beres. Sesuatu pasti telah terjadi di balik layar.”

Mika Salo turut mengungkapkan kecurigaan serupa di media Finlandia Ilta Sanomat. “Saya yakin ada sesuatu yang disembunyikan dari publik. Kalau tidak, keputusan seperti ini tak akan terjadi.”

Seiring dengan kepergian Horner, dua sekutu terdekatnya di Red Bull — direktur komunikasi Paul Smith dan kepala pemasaran Oliver Hughes — juga ikut angkat kaki. Kini muncul rumor yang mengaitkan Horner dengan posisi di tim Ferrari maupun Alpine. Flavio Briatore, sosok berpengaruh di Alpine dan pendukung Horner, memberikan ucapan selamat jalan: “Semoga sukses dalam petualangan berikutnya.”

Meski Max Verstappen sendiri enggan berkomentar terbuka dalam beberapa pekan terakhir, laporan menyebut ia sempat bertemu secara privat dengan CEO Red Bull, Oliver Mintzlaff, hanya beberapa hari sebelum pengumuman pemecatan.

Manajer Verstappen, Raymond Vermeulen, memberikan tanggapan yang diplomatis. “Red Bull-lah yang berhak menjelaskan latar belakang keputusan ini. Menurut mereka, inilah langkah terbaik ke depan,” katanya. “Bagi kami, tidak ada yang berubah. Kami tetap fokus pada aspek olahraga dan mencari performa terbaik agar bisa kembali ke puncak.”

Sementara itu, reporter Sky Italia menyebut Verstappen mungkin menggunakan ketertarikan Mercedes sebagai alat tekanan internal. “Ia meminta figur kedua untuk bekerja berdampingan dengan Horner. Dengan perginya Horner, berbagai kemungkinan terbuka. Tapi saya percaya Verstappen akan tetap bertahan hingga kontraknya berakhir pada tahun 2028.”

Dengan hengkangnya Horner, tongkat kepemimpinan di Red Bull kini berada di tangan Laurent Mekies untuk proyek Red Bull–Ford Power Unit. Alan Permane juga naik peran di tim satelit Racing Bulls.

Pihak Ford yang ikut dalam proyek mesin 2026 menyatakan, “Kami tetap menantikan kembalinya ke grid Formula 1 pada 2026.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.