Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNCTAD: Perdagangan Global Tumbuh pada Paruh Pertama 2025

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 04:00 WIB | Oleh:
UNCTAD: Perdagangan Global Tumbuh pada Paruh Pertama 2025 Doc: antara
Ket. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

JENEWA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Selasa (8/7), mengungkapkan, perdagangan global tumbuh sekitar 300 miliar dollar AS pada paruh pertama tahun ini berkat impor Amerika Serikat (AS) dan ekspor Uni Eropa (UE). Data ini dirilis oleh Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) dalam laporan Global Trade Update terbaru mereka.

Ekonom UNCTAD Alessandro Nicita mengatakan,meskipun perang dagang yang dipicu oleh Presiden AS Donald Trump dengan tarifnya yang besar, perdagangan global meningkat sekitar 1,7 persen dibandingkan dengan paruh kedua tahun 2024.

"Namun, ketidakpastian kebijakan yang terus berlanjut, ketegangan geopolitik, dan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan global menimbulkan risiko bagi perdagangan pada paruh kedua tahun ini," katanya.

"Peningkatan impor AS yang besar disebabkan oleh pembebanan tarif di muka: perusahaan-perusahaan AS menimbun barang sebelum tarif berlaku pada 5 April," tambah Nicita.

Perdagangan jasa tetap menjadi "mesin utama" pertumbuhan, menurut laporan UNCTAD.

Perdagangan global tumbuh sekitar 1,5 persen pada kuartal pertama tahun 2025 dan diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar dua persen pada kuartal kedua.

"Negara-negara maju melampaui negara-negara berkembang pada kuartal pertama tahun 2025, membalikkan tren terkini yang sebelumnya menguntungkan negara-negara berkembang," kata laporan itu.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa kenaikan harga berkontribusi pada kenaikan nilai perdagangan secara keseluruhan, sementara volume perdagangan hanya tumbuh 1 persen. Harga barang yang diperdagangkan naik tipis pada Q1 dan terus meningkat pada Q2.

"Pergeseran ini didorong oleh lonjakan impor AS sebesar 14 persen dan lonjakan ekspor UE sebesar enam persen."

Namun, impor turun dua persen di negara-negara berkembang.

Ketidakseimbangan perdagangan, yang disebut Trump sebagai alasan di balik penerapan tarif yang luas, "semakin dalam selama empat kuartal terakhir, dengan AS mencatat defisit yang lebih besar dan Tiongkok serta Uni Eropa mencatat surplus yang terus meningkat", kata laporan itu.

Tarif baru AS, termasuk untuk baja dan aluminium, "telah meningkatkan risiko fragmentasi perdagangan", kata laporan itu.

"Namun, tanda-tanda ketahanan tetap ada", meskipun hal itu akan bergantung pada "kejelasan kebijakan, perkembangan geoekonomi, dan kemampuan adaptasi rantai pasok", kata UNCTAD.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

8 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

13 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.