Red Bull Pecat Christian Horner, Laurent Mekies Resmi Jadi Pengganti

Kamis, 10 Jul 2025, 06:40 WIB

LONDON – Tim Formula 1 Red Bull secara resmi memecat Christian Horner dari jabatan team principal (kepala klub)dan menunjuk Laurent Mekies sebagai pengganti. Keputusan mengejutkan ini diumumkan pada hariRabu(9/7) waktu setempat, menandai berakhirnya era panjang kepemimpinan Horner yang dimulai sejak Red Bull debut di F1 padatahun 2005.

Horner (51 tahun) tercatat sebagai team principal terlama di grid F1, membawa Red Bull meraih delapan gelar juara dunia pembalap dan enam gelar konstruktor. Namun musim ini tim mengalami penurunan performa drastis dan saat ini hanya berada di posisi keempat klasemen konstruktor dengan 172 poin—tertinggal 288 poin dari pemuncak klasemen McLaren.

Ket. Foto: Christian Horner — Sumber: AFP

Performa ini memicu tekanan internal, terlebih setelah muncul tuduhan pelanggaran perilaku dari seorang pegawai perempuan tahun lalu. Meski Horner membantah dan akhirnya dibebaskan dari tuduhan setelah penyelidikan, posisi sang bos tetap berada di ujung tanduk. Ayah Max Verstappen, Jos, bahkan secara terbuka mendesak agar Horner mundur.

Dalam pernyataan resminya, tim Red Bull yang bermarkas di Milton Keynes menyatakan:

“Red Bull telah membebastugaskan Christian Horner dari semua kewenangan operasional mulai hari ini (Rabu, 9 Juli 2025) dan menunjuk Laurent Mekies sebagai CEO Red Bull Racing.”

Laurent Mekies, pria asal Prancis, sebelumnya menjabat di tim saudara Red Bull, Racing Bulls (mantan AlphaTauri). Sebagai bagian dari restrukturisasi, Alan Permane yang kini menjabat sebagai Racing Director di Racing Bulls akan naik menjadi team principal tim tersebut.

Dalam pernyataan perdananya, Mekies menyampaikan apresiasi terhadap tim lamanya: “Merupakan petualangan luar biasa bisa menjadi bagian dari kelahiran Racing Bulls bersama orang-orang bertalenta. Semangat tim ini luar biasa, dan saya yakin ini baru awal."

"Alan adalah sosok yang tepat untuk melanjutkan tongkat estafet. Ia mengenal tim luar dalam dan telah menjadi pilar penting dalam kesuksesan awal kami."

Sementara itu, Red Bull kini menghadapi tantangan berat untuk kembali bersaing di papan atas. Max Verstappen, yang telah membawa tim meraih empat gelar juara dunia, baru menang dua kali dari 12 seri musim ini dan kini duduk di peringkat ketiga klasemen pembalap.

Masa depan Red Bull di bawah kepemimpinan Mekies kini menjadi sorotan, seiring upaya tim untuk bangkit dari keterpurukan dan kembali menjadi kekuatan dominan di Formula 1.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.