Bukan Cuma SATRIA-1, BAKTI Gencarkan Ribuan BTS 4G untuk Wilayah 3T

Kamis, 18 Jun 2026, 17:10 WIB

JAKARTA - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Digital (BAKTI Kemkomdigi) menjelaskan beragam cara memberikan konektivitas digital bagi masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) selain memanfaatkan Satelit Republik Indonesia 1 (SATRIA 1).

Infrastruktur digital yang aktif di 2026 dan dikelola oleh BAKTI selain SATRIA 1 itu di antaranya Base Transceiver Station (BTS), akses internet (AI), hingga jaringan tulang punggung Palapa Ring.

Ket. Foto: Sejumlah anak-anak menggunakan akses internet gratis di kantor desa di Dusun Onga, Desa Matotonan, Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Akses komunikasi di desa yang berada di daerah 3T tersebut dapat melalui internet gratis BAKTI di kantor desa dan pembelian voucher wifi Rp20 ribu per 2 giga byte. — Sumber: ANTARA/Iggoy el Fitra

"Secara keseluruhan, integrasi antara BTS, akses internet, dan jaringan tulang punggung Palapa Ring ini menjadi penopang utama ekosistem digital nasional selain kapasitas yang disediakan oleh satelit SATRIA 1," kata Direktur Utama BAKTI Kemkomdigi Fadhillah Mathar kepada wartawan, Kamis (18/6).

Membedah secara spesifik layanan-layanan yang dikelola BAKTI, berdasarkan data hingga 5 Juni 2026 tercatat ada sebanyak 6.747 lokasi BTS yang dikelola BAKTI untuk menghadirkan konektivitas bagi masyarakat di daerah 3T.

Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 5.514 BTS 4G yang dibangun oleh BAKTI dan seluruhnya telah berstatus on air untuk memastikan jangkauan sinyal seluler di wilayah pelosok.

Sementara sebanyak 1.233 BTS lainnya merupakan BTS hadir dari Universal Service Obligation (USO) yang dana pembangunannya dihadirkan lewat kewajiban dari para penyelenggara telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, maupun XLSMART.

Selain BTS, ada juga Akses Internet (AI) yang ditenagai oleh layanan non-SATRIA 1. Menurut wanita yang akrab disapa Indah itu Akses Internet berdasarkan data BAKTI hingga 5 Juni 2026 kini hadir di 61 lokasi.

Apabila jumlah layanan Akses Internet ini disatukan dengan layanan yang ditenagai SATRIA 1, maka total layanan konektivitas yang ditenagai satelit dan dikelola BAKTI mencapai lebih dari 31 ribu titik.

"Selain memanfaatkan SATRIA 1 yang melayani 31.803 lokasi, BAKTI juga menyediakan Akses Internet Non-SATRIA di 61 lokasi. Program Akses Internet secara total telah menjangkau 31.864 lokasi layanan publik seperti sekolah, puskesmas, dan kantor pemerintahan," kata Indah.

Terakhir ada jaringan tulang punggung Palapa Ring yang menyediakan jaringan kabel serat optik (fiber optic/FO) dan microwave dan mampu menghubungkan berbagai wilayah Indonesia melalui 131 lokasi.

Indah mengatakan jaringan tulang punggung Palapa Ring terdiri atas tiga paket utama yang dibagi berdasarkan kawasan yaitu Paket Barat, Paket Tengah, dan Paket Timur.

Untuk Paket Barat diketahui memiliki kapasitas 216 Gbps dengan tingkat utilisasi sebesar 72 persen. Sementara untuk Paket Tengah memiliki kapasitas 290 Gbps dengan tingkat utilisasi sebesar 48,33 persen.

Paket Timur menjadi paket yang menarik karena terdiri atas dua jaringan yaitu kapasitas 338 Gbps untuk jaringan serat optik dengan utilisasi 42,3 persen serta 5.05 Gbps untuk jaringan Microwave yang utilisasinya mencapai 95,45 persen.

Dengan infrastruktur digital yang telah ada, BAKTI ke depannya berupaya tidak hanya menghadirkan konektivitas tapi dapat meningkatkan kualitas layanannya kepada masyarakat di wilayah yang tidak dilayani layanan telekomunikasi komersil. Ant

  • Konektivitas Satelit

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.