Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Kepri Soroti Peluang Energi saat Tarif Listrik Batam Naik

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 11:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Kepri Soroti Peluang Energi saat Tarif Listrik Batam Naik Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Kepri Ansar Ahmad.  

BATAM – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, menyoroti pentingnya pasokan energi baru di provinsi itu menyusul kebijakan penyesuaian tarif listrik yang akan diberlakukan di Kota Batam mulai 1 Juli 2025.

Menurut dia, penyesuaian tarif ini tak terhindarkan akibat naiknya biaya produksi listrik, terutama karena perubahan komposisi sumber pasokan gas.

“Dulu kita mengandalkan gas pipa dari Medco E&P Grissik, namun karena produksinya menurun, sekarang 30 persen gas untuk pembangkit di Batam harus berasal dari LNG (liquified natural gas/gas alam cair) melalui kapal dari Lampung, yang harganya jauh lebih mahal. Gas pipa sebelumnya hanya sekitar 7 dollar, sekarang jadi 13 hingga 15 dollar AS per MMBTU (millions of british thermal units),” katanya di Batam, Kamis (10/7).

Meski demikian, ia menegaskan perlunya perhatian dan perencanaan jangka panjang agar kebutuhan energi ke depan tetap tercukupi, khususnya dalam menghadapi lonjakan permintaan listrik dari sektor teknologi dan industri data center.

“Kita memerlukan 2–3 gigawatt listrik pada tahun 2027 untuk mendukung perkembangan 'data center'. Maka dari itu, kami dorong percepatan proyek meterisasi dari Pulau Pemping ke Belakangpadang, serta pemanfaatan gas dari East Natuna dan sumur-sumur baru lainnya,” kata dia.

Ansar juga menekankan pentingnya persaingan dengan wilayah tetangga seperti Johor, Malaysia, dalam hal efisiensi dan keandalan pasokan energi.

Dalam pertemuannya dengan Komisi XII DPR RI, ia menyampaikan agar kebijakan tarif ke depan tidak memberatkan masyarakat dan jika ada kenaikkan, tidak secara signifikan.

Sebelumnya, PT PLN Batam menyampaikan bahwa penyesuaian tarif hanya akan berdampak pada 7,49 persen dari total pelanggan, yakni golongan rumah tangga mampu (R2 dan R3) dan pelanggan golongan pemerintah (P1, P2, dan P3) (29/6/2025).

Penyesuaian tarif rata-rata sebesar 1,43 persen dari tarif sebelumnya.

Penyesuaian ini akan mulai diberlakukan pada tagihan Agustus 2025 bagi pelanggan pascabayar, dan per 1 Juli 2025 untuk pelanggan prabayar saat melakukan pembelian token listrik.

Dengan kebijakan ini, PLN Batam memastikan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi daerah tetap terkendali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Kemarau Panjang Tekan Budi ...
Advertisement
Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.